YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi meminta seluruh Kampung Tangguh Bencana (KTB) di Kota Yogyakarta untuk melakukan pengecekan semua peralatan penanganan bencana. Harus dipastikan semua peralatan bisa berfungsi baik guna menghadapi potensi bencana selama musim hujan.
“Misalnya pompa, harus dipastikan bisa berfungsi dengan baik. Begitu juga dengan peralatan lainnya, sehingga jika sewaktu-waktu dibutuhkan, maka bisa digunakan,” kata Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi, Jumat (23/10/2020).
Setiap Kampung Tangguh Bencana di Kota Yogyakarta sudah memiliki peralatan pendukung penanganan bencana seperti kendaraan roda tiga, pompa air, dan genset. Heroe Poerwadi mengatakan bahwa pada musim hujan tahun ini curah hujan diperkirakan naik hingga 40 persen akibat La Nina dan kondisi tersebut berpotensi menimbulkan bencana seperti banjir dan tanah longsor.
Kampung Tangguh Bencana di Yogyakarta sudah diminta memetakan area-area yang rawan bencana selama musim hujan.
“Misalnya titik talut mana saja yang rawan longsor, atau jika ada tebing yang terlalu curam dan tinggi sehingga berpotensi longsor, juga harus diantisipasi,” kata Heroe.
Selain itu, ia juga berharap setiap wilayah menggelar apel kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim hujan.
“Patroli udara atau penyampaian informasi melalui HT mengenai kondisi di masing-masing wilayah juga harus ditingkatkan. Jika biasanya hanya dua kali dalam sehari, pagi dan sore atau malam, maka ditambah menjadi tiga kali sehari supaya kondisi wilayah selalu terpantau dengan baik,” katanya.
Sebanyak 115 KTB sudah terbentuk di 111 dari total 169 kampung di Kota Yogyakarta. Kampung-kampung di tepi sungai yang rawan bencana rata-rata sudah memiliki KTB dan telah menyiapkan jalur evakuasi serta titik kumpul warga apabila terjadi banjir.
Di kampung-kampung yang belum memiliki KTB, pengurus kampung atau kelurahan diminta berperan aktif dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. (den)
