Bernas.id – Covid-19 belum usai, masyarakat mulai digegerkan dengan virus corona varian baru. Varian baru virus corona tersebut pertama kali ditemukan di Inggris. Virus corona hasil mutasi tersebut diberi nama VUI 202012/01. Sekelompok peneliti dari Inggris mengatakan bahwa virus tersebut memiliki tingkat penularan yang tinggi jika dibandingkan dengan virus corona sebelumnya. Virus tersebut telah menyebar di berbagai Negara seperti Irlandia Utara, Israel, Denmark, Belanda, Australia, Italia, bahkan negara terdekat Indonesia, yaitu Singapura. Tak dapat dipungkiri jika virus tersebut juga akan berisiko untuk masuk ke Indonesia. Sementara untuk menindaklanjuti, maka pemerintah Indonesia telah bertindak tegas pada warga Negara asing yang akan masuk ke Indonesia. Karantina juga diperlukan bagi mereka yang telah masuk ke Indonesia.
Gejala VUI 202012/01 umumnya hampir sama dengan gejala Covid-19, seperti; demam, batuk kering, kelelahan, dan hilangnya indra perasa. Namun ada gejala lain yang dikaitkan dengan virus varian baru tersebut, seperti; kelelahan, diare, sakit kepala, kebingungan/delirium, nyeri otot, ruam kulit, dan juga hilangnya selera makan. Virus corona menyerang sistem imun manusia sehingga badan mudah merasa lelah.
Virus corona varian baru tersebut juga menyerang sistem saraf, maka tak heran apabila gejala yang ditimbulkan sakit kepala. Penderita Covid-19 yang memiliki gejala hilangnya indra penciuman akan menyebabkan selera makan atau nafsu makannya berkurang, hal tersebut yang akan memperburuk sistem imun tubuh. Beberapa pasien mengalami gejala yang berbeda-beda tergantung dari kekebalan sistem imun.
Dengan munculnya varian baru virus corona, masyarakat harus lebih waspada dan selalu disiplin mematuhi protocol kesehatan. Pemerintah Indonesia telah memberlakukan peraturan larangan warga negara asing untuk masuk ke Indonesia, khususnya Inggris dan Negara-negara Eropa untuk memutus rantai penyebaran varian baru virus corona. Larangan tersebut berlaku selama dua minggu dimulai dari tanggal 1?14 Januari 2020.
Meski begitu, masyarakat Indonesia diminta untuk tetap tenang dan jangan terlalu membani pikiran. Yang perlu dilakukan hanyalah menjaga kesehatan, pola makanan harus teratur dan bergizi tinggi, dan tentunya tetap mematuhi protokol kesehatan yang dibuat pemerintah. Pada tahun baru kali ini, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak berlibur, atau merayakan tahun baru di luar secara beramai-ramai.
Saat ini, masyarakat Indonesia sangat menaruh harapan lebih pada vaksin. Pemerintah juga terus mengedukasi masyarakat terkait manfaat vaksin. Vaksinasi sangat penting dilakukan untuk menjaga kekebalan imunitas atau herd imunity di masa pandemi ini. Pemerintah memastikan bahwa vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat Indonesia aman, memiliki efek samping minim dan juga halal.
?Semoga vaksin yang gratis untuk semua masyarakat bisa mengatasi ruang gerak kegiatan dan memberi harapan positif baru ke depan #VaksinUntukKita.? Tulis komentar di akun twitter @wulanguritno. (eva)
