Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    Aktivis 98 Serukan Konsolidasi Perlawanan Sipil, “Reformasi Belum Selesai

    June 19, 2026

    JogjaKita Guncang Pasar dengan Program Gratis Ongkir

    June 19, 2026

    Massa dari Berbagai Daerah Turun ke Jakarta, Dukung Kebijakan Kerakyatan Prabowo

    June 19, 2026

    Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan, Perumda Pasar Jaya Gelar Bazar UMKM dan Kuliner

    June 19, 2026

    Mavenir berkolaborasi dengan Red Hat untuk meluncurkan Platform AI Terintegrasi yang mengubah operator menjadi penyedia layanan AI

    June 18, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan, Perumda Pasar Jaya Gelar Bazar UMKM dan Kuliner

      June 19, 2026

      Akselerasi Layanan Digital, Bank Jakarta Kembali Hadir di Jakarta Fair 2026

      June 15, 2026

      Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak

      June 13, 2026

      Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota

      June 8, 2026

      Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Kota Inklusif

      June 7, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Budaya»Wacinwa, Uniknya Wayang Kulit Perpaduan Budaya Jawa dan Tionghoa
    Budaya

    Wacinwa, Uniknya Wayang Kulit Perpaduan Budaya Jawa dan Tionghoa

    Deny HermawanBy Deny HermawanFebruary 28, 2021No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Wacinwa, atau Wayang (Kulit) Cina-Jawa, begitulah sebutan untuk pertunjukan seni wayang kulit berbahasa Jawa, namun dengan unsur cerita klasik Tiongkok. Wayang ini hadir sebagai jembatan dua budaya dengan sejarah panjang seni pertunjukan Tiongkok dan wayang kulit Jawa. 

    Kesenian ini berkembang pada awal abad ke-20, yang diprakarsai beberapa tokoh peranakan yang berusaha menyebarluaskan penghayatan kesenian tradisional Jawa dalam kalangan masyarakat Cina di Yogyakarta dan sekitarnya. 

    Keunikan budaya ini bisa disaksikan Museum Sonobudoyo Yogyakarta dalam Pameran Temporer “Harmoni Cina-Jawa dalam Seni Pertunjukan” di Gedung Pameran Temporer Museum Sonobudoyo. 

    Gelaran pameran temporer yang dalam rangka menyemarakkan tahun baru Imlek ke-2572 ini dimulai tanggal 26 Februari, dan akan berlangsung hingga 27 Maret 2021 mulai pukul 09.00 ? 21.00 WIB, gratis untuk umum. 

    Sejumlah koleksi dari masa lampau dipilih dan disajikan ke hadapan publik dengan narasi baru. Pengunjung bisa menengok perjalanan kehidupan bersama budaya Jawa dan Cina di Yogyakarta, khususnya dalam khazanah seni pertunjukan.

    “Diselenggarakan pameran ini sebagai salah satu upaya merayakan keragaman budaya yang ada di Indonesia, khususnya di Yogyakarta. Pameran ini mengangkat kembali koleksi Wayang Cina-Jawa atau Wacinwa yang merupakan koleksi unggulan Museum Sonobudoyo. Koleksi Wacinwa saat ini tengah diupayakan terdaftar sebagai benda cagar budaya tingkat nasional oleh pemerintah,” kata Kepala Museum Sonobudoyo, Setyawan Sahli, Minggu (28/2/2021). 

    Ia mengatakan, pameran Harmoni Pertunjukan Cina-Jawa ini adalah wujud interaksi dua kebudayaan yang tidak saling menghilangkan identitas kebudayaan masing-masing. Pemilihan koleksi yang dipamerkan dalam “Harmoni Cina-Jawa dalam Seni Pertunjukan” didasarkan pada kedekatan narasi Cina-Jawa. Antara lain yang dipamerkan yakni koleksi wayang Cina-Jawa milik Museum Sonobudoyo, Barongsai atau Samsi dan Liong, Busana Tari Golek Menak dan Srimpi Muncar, dan Wayang Potehi.

    Menurut dia, koleksi unggulan dalam pameran ini adalah Wacinwa dengan tokoh utama Sie Jin Kwi Ceng Tang, tokoh ksatria Tiongkok mengenakan jubah berwarna putih yang sedang menunggang seekor kuda.

    “Di dunia hanya terdapat 2 set lengkap Wacinwa karya Gan Thwan Sing. Koleksi pertama yang dimiliki oleh Museum Sonobudoyo dengan lakon Tjeng Tang. Sementara koleksi satunya dengan lakon Sie Jin Kwi Tjeng See tersimpan di Art Galery Yale University, Amerika,” jelasnya. 

    Ia meneruskan, wayang Sie Jin Kwi Ceng Tang yang terdiri dari 283 boneka wayang dan 139 kepala wayang tersimpan di Museum Sonobudoyo. Sedangkan wayang Sie Jin Kwi Ceng See di Amerika Serikat terdiri dari 345 boneka wayang.  

    Sebelum dihibahkan ke Yale University pada 2016 silam, Wayang Sie Jin Kwi Ceng See sebelumnya merupakan koleksi pribadi mendiang Dr. Walter Angst di Überlingen, Bodenseekreis, Jerman. Koleksi wayang ini dibelinya dari Dr. F.Seltmann seorang Indolog dari Universitas Tubingen, yang pada tahun 1960 membeli satu set Wacinwa dari Yogyakarta.

    “Museum Sonobudoyo bermaksud memproduksi ulang koleksi yang terdapat di Yale University agar dapat melengkapi jalan cerita Wacinwa yang ada,” ungkap Setyawan. 

    Sementara itu Kepala Seksi Koleksi, Konservasi dan Dokumentasi Museum Sonobudoyo, Ery Sustiyadi menambahkan, koleksi wayang Wacinwa di Museum Sonobudoyo mulanya diperoleh pada masa Java Institute, yang merupakan embrio Museum Sonobudoyo. Tahun 1933-1934, Java Institute membeli satu set kotak wayang khas Cina dari Liem Kie Tjwan, seorang kapitan Cina di Yogyakarta.

    “Java Institute membeli naskah wayang yang disusun sebagai pelengkap wayang bersama kotak tersebut,” jelasnya. 

    Koleksi-koleksi yang ditampilkan dalam pameran kali ini bukan hanya koleksi dari Museum Sonobudoyo, melainkan juga koleksi yang dipinjam dari beberapa institusi lain. Di antaranya busana Tari Srimpi Muncar dan Beksan Menak koleksi Keraton Yogyakarta, Busana Kethoprak koleksi Gubug Art, Barongsai atau Samsi dan Liong dari Perkumpulan Budi Abadi, Wayang Potehi koleksi Wayang Potehi Gudo Jombang, dan Kaset Sudiro Ngumboro koleksi RRI Yogyakarta.

    Enam seni pertunjukan turut ditampilkan dalam pameran ini adalah Srimpi Muncar dan Beksan Golek Menak, keduanya adalah tari klasik Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan empat kesenian di luar kraton yakni Ketoprak, Samsi/Barongsai, Potehi dan Wacinwa.

    Keenam bentuk seni tersebut menunjukkan bagaimana maestro kesenian Jawa dan Cina yang hidup bersama di Yogyakarta bisa mengembangkan sikap terbuka untuk saling berbagi, memberi dan menerima keunikan budaya masing-masing. (den) 

    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Deny Hermawan

    Related Posts

    Jelang 1 Suro, Wabup Sleman Tanam Beringin Putih di Lereng Merapi

    June 16, 2026

    Chapter Jogja 2026 Kembali ke JNM, Perkuat Sirkulasi Ekosistem Seni Rupa Kontemporer Jogja

    June 16, 2026

    Ribuan Orang Antusias Saksikan Kirab Budaya Tresna Pancasila

    June 7, 2026

    Polda DIY Selidiki Dugaan Kasus Pembubaran Kegiatan Ibadah di Bantul

    May 27, 2026

    Rujak Pare Sambal Kecombrang, Upaya Melawan Lupa Tragedi Mei 1998

    May 23, 2026

    Pameran Seni “Art is All Around” Kembali Digelar Ketiga Kalinya

    May 8, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Internasional Terbaru

    Mavenir berkolaborasi dengan Red Hat untuk meluncurkan Platform AI Terintegrasi yang mengubah operator menjadi penyedia layanan AI

    June 18, 2026

    Para Pemimpin di Sektor Kesehatan Indonesia Berkumpul dalam Forum Eksekutif Eksklusif tentang AI, Keamanan Siber, dan Masa Depan Komunikasi Layanan Kesehatan yang Aman

    June 17, 2026
    Berita Nasional Terbaru

    Massa dari Berbagai Daerah Turun ke Jakarta, Dukung Kebijakan Kerakyatan Prabowo

    June 19, 2026

    Putri Alya Sidik, Penulis Cilik di Tengah Rendahnya Tingkat Literasi Masyarakat

    June 10, 2026
    Berita Daerah Terbaru

    JogjaKita Guncang Pasar dengan Program Gratis Ongkir

    June 19, 2026

    Inspektorat Sulteng Ingatkan Seluruh Pihak Jaga Kualitas Pembangunan Gedung DPRD Sulteng

    June 18, 2026
    BERNAS.id

    Office Address :
    Jakarta
    Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
    Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

    Yogyakarta
    Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
    Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

    Email :
    info@bernas.id
    redaksi@bernas.id

    Advertisement & Placement :
    +62 812-1523-4545

    Link
    • Google News BERNAS.id
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
    BERNAS.id
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.