BERNAS – Rumah adat Bali tak hanya terlihat unik dan menarik saja, melainkan juga kental akan nilai-nilai filosofi dan memiliki sejarah panjang. Simak penjelasan ciri khas rumah adat bali beserta sejarah dan filosofinya berikut ini. Selain terkenal akan keindahan alam, nuansa tradisional yang masih kental jadi daya tarik utama Bali. Tak ayal, sebelum masa pandemi, Bali selalu dipenuhi kesibukan para wisatawan dari dalam maupun luar negeri.
Bagi masyarakat Indonesia, keunikan dari rumah adat Bali tak jarang dituangkan dalam bentuk arsitektur rumah impian. Didesain menggunakan bahan yang mudah ditemukan di Indonesia, serta ornamen yang cantik dan menambah kesan megah dari hunian.
Memang, dalam hal filosofi banyak hal dipengaruhi nilai-nilai Hindu Bali serta Jawa Kuno. Tapi, bukan berarti konsep arsitekturnya tidak bisa diterapkan oleh masyarakat dari agama lain. Apalagi, jika melihat keunikannya, rumah adat bali bisa menghadirkan nuansa megah tapi sekaligus tradisional.
Jika Anda tertarik untuk merancang hunian dengan konsep rumah adat Bali, penulis sudah menyiapkan penjelasan terlengkap mengenai sejarah, filosofi, dan ciri khas-nya. Simak penjelasan berikut ini.
Sejarah Rumah Adat Bali
Mengutip artikel ilmiah yang ditulis oleh Ir. I Nyoman Sudiarta dan diterbitkan Universitas Udayana berjudul ?Rumah Tradisional Bali?, dijelaskan bahwa rumah adat Bali berasal pada masa Bali Aga. Salah satu konsep bangunan yang masih dipertahankan hingga saat ini adalah Bale Agung.
Dalam lontar bikinan masyarakat Bali kuno, dijelaskan bahwa arsitektur rumah Bali mengedepankan bangunan seperti pertahanan perang. Tokoh yang berperan penting dalam pengembangan rumah ini adalah Empu Kuturan, budayawan dan penasehat Anak Wungsu yang memerintah Bali sekitar abad ke-11.
Selain dikenal sebagai budayawan, Empu Kuturan juga seorang ahli teori Arsitektur yang meninggalkan konsep desa ada, Khyangan Tiga, Meru, dan pedoman-pedoman upacara keagamaan.
Baca Juga: Keunikan 5 Rumah Adat dari Provinsi Sulawesi Selatan, Tiap Suka Punya Jenis dan Nama Tersendiri
Nilai Filosofi Rumah Bali
Konsep filosofi desain arsitektural rumah tradisional bali mejadikan Hinduisme sebagai pusat pemahamannya. Terdapat 7 filosofi utama yang dijadikan dasat ketika memmbangun rumah. Antara lain:
- Tri Hata Karana ? menciptakan harmoni dan keseimbangan di antara tiga elemen kehidupan ?atma atau manusia, angga atau alam, dan khaya atau dewa
- Tri Mandala ? Pengaturan pembagian ruang atau wilayah
- Sanga Mandala ? Seperangkat peraturan pembagian ruang dan wilayah yang didasarkan pada arah mata angin
- Tri Angga ? konsep hierarki atau kasta sosial masyarakat
- Tri Loka ? Mirip dengan Tri Angga namun untuk dimensi yang berbeda
- Asta Kosala Kosali ? Delapan panduan desain arsitektur yang berhubungan dengan simbol, tempat pemujaan, dan penghitungan
- Arga Segara ? sumbu suci antara gunung dan laut
Ciri Khas Bangunan Tradisional Bali
Dilihat dari luar, rumah adat bali tampak seperti kastil yang dikelilingi tembok bata merah. Kastil kecil ini memanjang dari utara ke seletan dalam bentuk persegi panjang. Umumnya, rumah tradisional Bali terdiri dari sembila bangunan utama. Masing-masing memiliki fungsi tersendiri. Dan kesembilan bangunan itulah yang menjadikannya sebagai ciri khas rumah adat bali. Lebih lengkap, sembilan bangunan tersebut antara lain:
- Sanggah Pamerahan ? tempat suci bagi satu keluarga atau tempat pemujaan dewa
- Bale Daja ? Bale yang terletak pada arah daja atau utara pada satu pekarangan rumah masyarakat Bali. Bagi masyarakat Bali, arah utara merupakan salah satu arah hulu (utama), di mana posisi gunung dijadikan acuannya.
- Bale Dauh ? Bangunan yang terletak di area Barat yang biasanya dipakai untuk tempat tinggal jejaka atau anak laki-laki yang belum menikah
- Bali danging sakenem ? berfungsi sebagai tempat mempersiapkan kegiatan upacara keagamaan, terutama upaca yadnya dan pitra yadnya.
- Sake Enem ? Bangunan untuk tamu
- Jineng/Lumbung ? Tempat penghuni menyimpan padi atau bahan makanan
- Paon/Pawaregan ? Dapur. Biasanya terletak di wilaya selatan dari rumah
- Angkul-angkul ? Bangunan tradisional khas bali yang memiliki fungsi utama sebagai pintu gerbang
- Aling-aling ? Bangunan yang menjadi pembatas antara angkul-angkul dengan pekarangan. Masyarakat Bali mempercayai bahwa bangunan ini berfungsi menghalangi aura negatif agar tidak masuk ke pekarangan rumah.
Demikian penjelasan mengenai sejarah, filosofi, dan ciri khas rumah adat Bali kali ini. Semoga uraian di atas bisa membantu Anda dalam merancang rumah tradisional Bali agar sesuai harapan.
Baca Juga: Rumah Joglo, Rumah Adat Jawa yang Memiliki Banyak Keunikan
Peluang Bisnis dan Cara Mengembangkannya
Anda memiliki bisnis? atau justru baru ingin membangunnya? Membangun bisnis itu sulit, tetapi lebih sulit untuk mengembangkannya.
Salah satu trik untuk mengembangkan bisnis adalah dengan cara mengoptimasi SEO di mesin pencari seperti di Google. Mengapa? Karena di era digital seperti ini, orang akan bertanya ke mesin pencari jika memiliki masalah atau kebutuhan tertentu.
Nah, peluang inilah yang bisa Anda manfaatkan untuk mengenalkan bisnis Anda di mesin pencari. Bagaimana caranya? Jika Anda belum memiliki keterampilan dalam hal ini, jangan khawatir!
Kami menyediakan layanan SEO yang siap membantu bisnis Anda berkembang. Dengan optimasi SEO melalui riset yang profesional, bisnis Anda berpeluang muncul di halaman pertama Google tentu dengan kata kunci yang disebutkan orang.
Selain optimasi SEO, strategi omnichannel sales growth adalah tepat untuk Anda terapkan. Dengan mengintegrasikan AI dan teknologi pada sebuah sistem yang berfungsi untuk mengelola bisnis Anda dengan sangat mudah.
Bagaimana? Sudah siap mengembangkan bisnis Anda bersama kami? Silakan menghubungi Admin untuk mendapat informasi yang lebih jelas mengenai layanan di atas.
Pilihan Program Pendidikan yang Tepat
Anda tertarik di bidang bisnis dan sedang mencari jurusan kuliah yang tepat?
Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) memiliki jurusan Manajemen yang cocok untuk Anda. Dengan mengambil jurusan ini, Anda akan belajar lebih dalam di bidang bisnis dan manajemen. Tak hanya belajar secara materi, UNMAHA juga menerapkan praktik langsung dengan menjadi reseller laptop di Adolo.
Menariknya, UNMAHA juga menyediakan program beasiswa PBL untuk Anda yang ingin gratis SPP saat kuliah.
Kunjungi website PMB UNMAHA untuk informasi yang lebih lengkap mengenai informasi pendaftaran mahasiswa dan beasiswa ini. (1)
