YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Berniat melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan doktoral? Nah, jangan lupa untuk menyiapkan diri melakukan publikasi jurnal.
Melanjutkan pendidikan bukan hanya sekadar masalah biaya, sebab kita juga perlu kesiapan mental dan fisik yang kuat. Ada banyak hal yang akan kita hadapi selama menempuh studi.
Selain itu, kita juga perlu membuat perencanaan waktu yang tepat agar studi yang kita jalani tidak mandek di tengah jalan atau selesai terlalu lama.
Bagi mereka yang sedang menempuh studi jenjang magister atau doktoral, publikasi jurnal seringkali menjadi masalah tersendiri yang menghambat proses studi mereka.
Biasanya, universitas akan meminta publikasi jurnal sebagai salah satu syarat kelulusan atau mengikuti ujian akhir.
Manfaat publikasi jurnal
Manfaat publikasi jurnal ilmiah sebenarnya tak hanya berhenti sebagai syarat kelulusan atau ujian akhir saja.
Menurut Shehroz Khan, seorang Ilmuwan di laboratorium Artificial Intelligence & Robotics for Rehab di Toronto Rehabilitation Institute yang sudah menerbitkan puluhan jurnal ilmiah, ada berbagai manfaat yang bisa kita dapatkan dengan melakukan publikasi Jurnal.
Berikut manfaat publikasi jurnal ilmiah:
Meningkatkan citra diri
Menerbitkan jurnal, terutama di publisher ternama seperti Scopus, akan membuat citra diri kita meningkat di mata orang lain.
Dengan begitu, orang-orang akan senang terhubung dan berkolaborasi dengan kita. Hal ini akan membantu meningkatkan citra diri dan membuat kita lebih percaya diri.
Membantu meningkatkan karier
Cepat atau lambat, jurnal yang memiliki kualitas pasti akan dikutip oleh akademisi atau peneliti lainnya. Pada gilirannya, hal ini akan membuat nama kita lebih dikenal.
Secara tak langsung, karir kita pun akan lebih mudah berkembang, Kita bisa lebih mudah mendapatkan pekerjaan akademis atau promosi jabatan di masa mendatang.
Meningkatkan soft skills
Jika jurnal yang kita buat tidak memiliki kualitas yang bagus, maka tidak akan ada yang mau membacanya. Dengan menulis jurnal berkualitas baik, kita bisa meningkatkan keterampilan menulis Anda.
Kita juga belajar untuk mengkonsolidasikan ide-ide dan mengekspresikannya dengan jelas.
Membantu perkembangan ilmu pengetahuan
Ilmu pengetahuan akan berkembang ketika orang-orang membuat kemajuan di bidang yang dikuasainya.
Menerbitkan jurnal adalah salah satu sarana untuk berbagi ide-ide baru sehingga orang lain dapat memanfaatkan dan meningkatkannya untuk kebaikan dunia yang lebih besar. Kita akan beruntung, jika kita pernah menjadi bagian dari rantai itu.
Baca juga: 25 Daftar Universitas Terbaik Dunia di Tahun 2021, Adakah Universitas Impianmu?
Tips Menerbitkan Jurnal
Banyak sekali mahasiswa S2 dan S3 mengejar publikasi jurnal terindeks Scopus. Berhasil menerbitkan jurnal terindeks Scopus memang menjadi prestise tersendiri.
Scopus merupakan layanan penyedia database jurnal terbesar. Ada lebih dari 22.000 jurnal dari 5000 penerbit yang telah terindeks Scopus.
Di Indonesia, jurnal yang sudah terindeks Scopus seringkali dianggap berkualitas tinggi dan memiliki reputasi internasional.
Layanan Scopus saat ini berada di bawah naungan Elsevier, perusahaan penerbit publikasi ilmiah internasional yang berbasis di Belanda.
Menurut data Elsevier, berikut tips agar jurnal yang kita buat bisa lolos publikasi Scopus:
1. Persiapkan naskah dengan sebaik mungkin
Persiapan naskah merupakan landasan penting dalam penelitian. Sebelum membuat naskah untuk jurnal, pikirkan tentang pesan mendasar yang ingin kalian komunikasikan dan alasan apa yang membuat kalian ingin menerbitkan jurnal tersebut.
Setelah itu, tentukan solusi apa yang ingin kalian berikan terhadap permasalahan yang menjadi topik penelitian dalam menulis jurnal.
2. Pastikan kualitas naskah jurnal
Jurnal yang berkualitas harus mengandung pesan ilmiah dan manfaat yang jelas, serta menarik perhatian.
Pastikan juga format penulisan jurnal mampu mendeskripsikan konten utama dengan cara yang efektif.
3. Tuliskan hasil penelitian dengan efektif
Bagian hasil dari jurnal yang kalian tulis harus mewakili temuan inti untuk penelitian. Tulis hasil penelitian dengan bahasa yang efektif, menampilkan temuan yang tak terduga, dan n memberikan analisis statistik penelitian.
