Waktu berbuka puasa adalah waktu yang sangat dinantikan pada bulan ramadhan. Berbeda pada tahun-tahun sebelumnya, buka puasa kali ini agak sedikit terbatas karena tidak bisa menikmati santapan di luar rumah.
Bukan orang Indonesia namanya jika tidak kreatif. Di tengah pandemi, banyak sekali pengusaha kuliner yang menyediakan jasa pesan antar atau mengkreasikan makananya dalam bentuk siap masak.
Tak hanya masakan kering, beberapa masakan berkuah juga disajikan. Di antara sajian, mie bisa menjadi menjadi menu favorit saat buka puasa tiba. Tak hanya menu itu-itu saja, mie ternyata memiliki berbagai varian dan cara masak yang berbeda dari berbagai daerah. Menarik bukan? Yuk, kita intip berbagai jenisnya.
1. Mie Ongklok

Mie ongklok (foto: jejakpiknik)
Wonosobo merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang letaknya dibawah Gunung Krau. Terletak dikawasan pegunungan, cuaca di area Wonosobo terkenal dingin dan sejuk. Pada cuaca seperti ini tentu menyatap makanna hangat akan terasa sangat menyenangkan, salah satunya adalah mie ongklok.
Mie Ongklok adalah mie yang diracik dengan potongan sayur kol, dan kucai, yang disiram kuah kental berwarna coklat. Beerapa versi mie ongklok ada yang ditambahkan dengan tahu potong , sate ayam dan acar mentimun.
2. Mie Aceh

Resep Mie Aceh kuah nikmat disantap selagi hangat (foto: kompas)
Jika Anda pengemar masakan berempah, maka Mie Aceh merupakan pilihan yang tepat saat berbuka puasa. Berbeda dengan masakan mie lainnya yang berkuah bening, mie aceh terdiri dari mie kuning yang dilengkapi dengan potongan daging kambing, daging sapi atau seafood seperti udang dan cumi. Kuahnya berasal kari kental khas masakan aceh kemudian ditambah taburi daun bawang yang mengundang selera.
Baca juga: Menu Buka Puasa ala Kampung berikut Resepnya
3. Mie Cakalang

Mie cakalang khas Manado (foto: kompasiana)
Manado adalah daerah yang terkenal dengan masakan boga baharinya. Tak heran jika mie asal Manado ini kaya dengan segala sesuatu yang berasal dari laut. Meskipun bentuknya seperti mie pada umunya, namun kuah kaldu dan topping udang serta cumi menjadikan mie cakalang memiliki sensasi rasa yang berbeda.
4. Mie Bangka

Perbedaan besar antara mie bangka dan mie ayam bangka (foto: nibble)
Siapa yang menyangka pulau kecil yang letaknya dekat dengan sumatera ini memiliki mie ayam yang sungguh lezat. Menariknya mie bangka yang sering kita temui di daerah sekitar ternyata bukanlah resep originalnya.
Karena Mie Bangka yang asli bukan mengunakan kaldu dan topping ayam namun mengunakan kaldu ikan serta dilengkapi dengan telur bulat yang direbus. Meskipun begtu masih ada kemiripan yaitu mengenai jenis mie, tambahan sayur tauge serta taburan bawang goreng.
5. Mie Lethek

Mie Lethek Bantul (foto: travelagent)
Menjadi warisan kuliner yang dibanggakan, tentu tidak ada yang tidak mengenal bakmi jowo dari Jogja. Mie kuning dan putih yang dimasak pada tungku arang dan disajikan dengan tambahan suwiran ayam kampung tidak dapat diragukan kelezatannya. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa dipelosok kota Jogja yaitu Bantul ada sajian yang disebut dengan Mie Lethek.
Memiliki nama yang cukup unik, proses memasaknya tidak jauh berbeda dengan bakmi jowo pada umumnya. Namun, yang menjadi berbeda adalah warna mie nya yang Lethek atau terlihat kotor justru menjadi keunikan tersendiri. Warna lethek ini ternyata berasal dari bahan baku mie yait dari singkong atau gaplek yang diolah sendiri oleh warga sekitar.
Baca juga: Jenis Minuman Berbuka Puasa yang Segar dan Menyehatkan
