SLEMAN, BERNAS.ID – Sejumlah elemen masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan aksi keprihatinan terhadap peristiwa serangan Israel kepada Palestina yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan material. Beberapa ada yang melakukan aksi dengan pernyataan sikap di tempat umum dan ada yang diwujudkan melalui salat ghaib untuk mendoakan para korban.
Guru-guru SDIT Salsabila Klasemen, Sleman pun turut mengadakan aksi keprihatinan dengan doa bersama. Mereka rencananya juga akan mengadakan penggalangan donasi untuk nanti disalurkan ke Palestina.
Mohamad Zaelani, selaku Kepala Sekolah mengatakan, meski aksi keprihatinan tergolong kecil, tapi harapannya bisa membuat dampak besar kepada rakyat Palestina. “Kami jujur trenyuh dan carut marut hati ini, melihat kondisi yang ada di sana. Kami yang ada di sini karena tidak bisa berangkat secara fisik maka doa minimal,” tuturnya seusai melaksanakan Salat Ghaib, Jumat (21/5/2021).
Zaelani mengatakan, pihaknya sebagai pendidik juga merasa sedih karena melihat anak-anak Palestina usia sekolah saat ini tidak memperoleh pendidikan layak karena kondisi masih carut-marut. “Melalui aksi ini, harapannya anak-anak di sana sebisa mungkin mendapatkan kebebasan kemerdekaan sehingga pendidikan dapat didapatkan secara layak sebagai insan manusia,” ujarnya.
Baca Juga : Delapan Langkah Partai Ummat Lawan Kebiadaban Israel terhadap Palestina
Sehari sebelumnya, Kamis (20/5/2021), puluhan massa yang tergabung dalam Mbah Joyo Center (MJC) menggelar aksi simpatik mengecam serangan Israel terhadap Palestina di titik Nol Km Yogyakarta. Aksi tersebut menuntut segala bentuk kekerasan di Palestina dihentikan.
Waljito, selaku juru bicara mengatakan aksi simpatik dilakukan untuk menuntut tentara Israel ditarik mundur dari Masjid Al-Aqsha. Selain itu, massa aksi juga meminta agar Palestina segera diberikan kemerdekaan. “Kemerdekaan adalah hak segala bangsa,” katanya.
Ia juga mendesak kepada dewan keamanan PBB untuk segera melakukan tindakan berupa penghentian pertikaian antara Israel dan Palestina. “Kami juga meminta kepada masyarakat dunia guna mendukung PBB untuk memberikan kemerdekaan kepada Palestina,” pungkasnya. (jat)
