SLEMAN, BERNAS.ID – Kelurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman akan memanfaatkan 16 ruko sebagai shelter Covid-19 di Jalan Palagan Tentara Pelajar No.31, Mudal, Sleman. Selain itu, juga sedang bernegosiasi dengan manajemen sebuah apartemen di sisi utara ruko untuk pemanfaatan kamar kosong sebagai shelter.
Subagya, Panewu Ngaglik mengatakan penyiapan shelter-shelter untuk antisipasi jika shelter yang disediakan kabupaten tidak mencukupi karena lonjakan pasien Covid-19. “Di Ngaglik, semua kelurahan sedang mempersiapkan. Kita tinggal cek, kekurangannya apa agar shelter siap digunakan secepatnya. Syaratnya, harus ada kamar mandi di dalam,” ujarnya, Senin (21/6/2021).
Subagya merinci kelurahan di Ngaglik yang sudah mempersiapkan shelter. Di Ngaglik, terdapat 6 kelurahan. “Di Sariharjo ada 16, Minomartani ada 6 ruangan, Sinduharjo masih proses, Sardonoharjo masih proses, dan Donoharjo akan memakai bangunan SD,” imbuhnya.
Baca Juga : Anggota DPRD Sleman Desak Gubernur Resmikan Gedung Dewan
Ketua Komisi A DPRD Sleman, Ani Martanti saat peninjauan mengatakan bangunan ruko sudah cukup layak. “Kalau dari sisi kelayakan sudah cukup ya. Tinggal dibersihkan, dicat, dan pintu bisa ditutup. Di ruko itu sudah ada ruangan, dapur, dan kamar mandi sendiri. Jadi, kalau ada satu keluarga isolasi mandiri tidak masalah,” katanya.
Ani juga menyebut lokasi ruko strategis di pinggir jalan raya. “Jika ada pasien yang akan dibawa ke rumah sakit, ini tempat yang strategis karena di pinggir jalan,” imbuhnya.
Namun, ia menyarankan agar ada pengontrol dan penjaga yang siaga karena dekat dengan banyak warung dan toko. “Jangan sampai yang isolasi mandiri jalan-jalan. Saya mendorong Bupati segera membuat SE resmi tentang bagaimana SOP yang benar untuk membuat shelter dan siapa saja yang siap siaga dan sistemnya bagaimana,” jelasnya.
Ia pun memberi saran agar skenario yang diterapkan di kegiatan kematian bisa diterapkan pada kegiatan kematian. “Di pernikahan itu, skenarionya nanti hanya keluarga inti, lalu orang datang masukkan sumbangan langsung pulang.Tak perlu ada kerumunan,” tuturnya.
Ia meyakini skenario seperti itu akan bisa untuk menurunkan angka Covid-19 karena kenaikan kasus banyak dipicu oleh kegiatan masyarakat. (jat)
