YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Sejak awal munculnya wacana pelaksanaan lockdown di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) oleh Gubernur setempat, Sri Sultan Hemengku Buwono X, hingga banyaknya tempat wisata yang tutup guna mencegah penularan covid-19 di Bumi Mataram ini menyebabkan industri perhotelan mengalami kerugian hingga ratusan juta.
Hal itu diakui General Manager Royal Darmo Malioboro Hotel, Joko Paromo, hotel yang berada di kawasan sekitar Malioboro tersebut mengalami penurunan omset sejak munculnya wacana lockdown hingga hari ini.
“Banyak sekali wisatawan yang membatalkan menginap di hotel kami, ada beberapa grup yang membatalkan, hingga kerugian mencapai sekitar Rp 600 juta,” katanya, Minggu (27/6/2021).
Baca Juga : Sultan Bakal Lockdown Yogyakarta Tuai Pro dan Kontra
Padahal menurut Ketua PHRI Sleman ini penutupan beberapa tempat wisata di Yogyakarta tidak terlalu efektif dalam menekan angka penularan dan penyebaran covid-19.
“Kenapa yang disalahkan hanya pariwisata saja, padahal masih ada faktor lain juga yang menjadi penyebaran covid-19, seperti di pasar, saya tidak melihat adanya pengawasan di pasar tradisional. Jadinya menutup destinasi wisata menurut saya kurang efektif,” tambahnya.
Bahkan diakui Joko, sebelum muncul wacana lockdown, pihaknya sudah mulai mengalami kenaikan omset, hingga mencapai 40 persen, namun setelah itu mengalami penurunan sebanyak 20 persen.
“Tadinya perekonomian pariwisata khususnya hotel ini sedang menanjak, namun setelah muncul wacana lockdown mahal membuat occupancy hotel menurun hingga 20 persen,” terangnya.
Joko menjelaskan, hotelnya juga telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan tepat sesuai anjuran dari pemerintah. “Bagi wisatawan dari luar Jogja pun kami mintakan surat keterangan sehatnya kalau mau menginap disini,” pungkasnya.
Dia berharap supaya pandemi covid-19 ini bisa segera berlalu, sehingga bisa benar-benar bisa kembali membuat normal roda perkonomian, khususnya pariwisata di Yogyakarta, mengingat industri tersebut (pariwisata) merupakan penyumbang devisa terbesar bagi Yogyakarta. (cdr)
