YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Sedikitnya 75 persen dari sekitar 3.000 an santriawan dan santriwati di Kota Jogja telah mengikuti program vaksinasi. Di samping vaksin, sejumlah persiapan juga terus dilakukan instansi madrasah maupun pondok pesantren guna mempercepat terselenggaranya pembelajaran tatap muka (PTM) di wilayah itu.
Kepala Kantor Kemenag Kota Jogja, Nur Abadi menyebut, persiapan dalam menyambut PTM tetap dikoordinasikan dengan Pemerintah Pusat dan juga Pemda DIY. Sejumlah persiapan telah dilakukan baik itu sosialisasi maupun penyusunan panduan bagi sekolah atau madrasah dalam menyelenggarakan PTM nanti.
“Sejauh ini belum ada yang PTM di Jogja, kita hampir semuanya masih PJJ atau daring, kecuali yang tinggal di pesantren atau yang ngaji dan memang sejak awal tidak pulang kan ada itu yang beberapa tinggal di Ponpes,” katanya Senin (30/8/2021).
Dia mengaku bahwa terselenggaranya PTM sangat berkaitan dengan pengendalian pandemi COVID-19. Termasuk pula penurunan level PPKM di Kota Jogja yang sampai saat ini masih berada di level 4.
“Kita memang sudah sosialisasi dan Pemda DIY sudah juga menyusun teknis dan panduannya bagaimana, sehingga kalau sudah turun level PPKM ini bisa langsung digelar PTM sambil tetap mengacu pada prokes. Prinsipnya, kalau aturan sudah boleh beberapa madrasah negeri memang sudah siap termasuk yang swasta ya,” katanya.
Nur meneruskan, vaksinasi juga menjadi salah satu upaya dalam mempercepat persiapan terselenggaranya PTM. Pihaknya mendata, ada sebanyak 3.000 an santriawan dan santriwati yang menjadi target program vaksin mulai dari jenjang MI, MTs, dan MA.
Baca juga: 48 Santri Swab Massal, Antisipasi Meluasnya Kluster Ponpes Cendekia
Sebanyak 75 persen diantaranya disebut dia telah mengikuti program itu. Sementara sisanya, belum tervaksin karena pulang ke daerah asal, kendala kesehatan dan lainnya.
“Kalau yang di madrasah kita sudah 75 persen divaksin kecuali mereka yang tinggalnya tidak di Jogja, karena mereka kan ada juga yang dari daerah lain. Kita memang sudah koordinasi, jadi kalau memang sudah divaksin di sana dan tidak ada masalah dan kalau yang belum ketika datang langsung saja divaksin,” ungkapnya. (den)
