SLEMAN, BERNAS.ID – Prambanan Jazz Virtual 2021 mulai digelar pada Jumat (19/11/2021) sore. Panggung di Pelataran Candi Prambanan ini tidak hanya menjadi ajang tampilnya musisi, tetapi juga seniman tari yang merupakan maestro tari Indonesia, Didik Nini Thowok.
Didik Nini Thowok sekaligus menjadi pembuka pergelaran jazz tahunan ini. Penari asal Jogja yang telah dikenal di Nusantara ini membawakan tari Dwi Muka, yaitu tari dengan menampilkan dua wajah. Wajah belakang cantik dengan topeng sedangkan wajah depan adalah muka lucu.
Tarian Dwi Muka itu diiringi dengan tembang Macapat jenis Pangkur dan Sinom. Ada makna yang dibawa dalam tembang tersebut, yakni mengajak manusia untuk tetap semangat dan berkreasi di tengah pandemi COVID-19.
“Ada syair yang menyebutkan urip itu ora gampang, hidup itu tidak mudah. Konsepnya adalah akibat pandemi, kita melewati masa-masa kelam. Walaupun kita melewati masa susah, kita tetap harus maju. Optimisme akan menambah imun. Setiap seniman dituntut kreatif, jangan mundur tetapi cari solusi. Harus tetap semangat harus tetap berinovasi,” kata Didik.
Baca juga: Didik Ninik Thowok Ikut Lathi Challenge, Warganet Heboh Lihat Aksi Sang Maestro
Prambanan Jazz Festival kali ini juga membuktikan tak semata-mata terhenti pada perihal satu genre musik saja, tapi ada hal yang lebih dari itu yakni budaya. Salah satunya adalah menampilkan Bellacoustic Indonesia yang datang dari kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Baca juga: Didik Nini Thowok Semarakkan Waisak 2019 di Candi Sewu
Pemenang “Borneo Goes to Prambanan Jazz Virtual Festival 2021” ini tampil maksimal di panggung dengan menyajikan misi budaya. Mulai dari “Sangkrut” pakaian khas masyarakat suku Dayak berupa rompi dari kulit kayu, helai bulu burung tingang/engang sebagai simbol kebesaran masyarakat suku Dayak, yang dipadukan dengan musik etnik Dayak Kaliman Tengah.
Selama 29 menit, Bellacoustic Indonesia membawakan 4 lagu, Pukung Pahewan Antang, Selimut Putih, Terima Kasih Tuhan, dan Tingang. Mereka juga berkolaborasi dengan penari dari Sanggar Riak Renteng Tingang Palangkaraya.
Tarian tersebut adalah penggambaran dari tema musikal yang mereka bawakan yaitu Derita Kabut Asap Kala Itu. Megahnya Candi Prambanan yang menjadi latar belakang penampilan mereka, semakin menambah aura kolaborasi lintas budaya.
Penampil ketiga adalah @manjakani. Dengan set yang minimalis, duo asal Pontianak ini membawakan 6 lagu andalan mereka. Mulai dari Hanyut, Tali Jiwa, Asam Pedas, Rumah, Asmara Weda, hingga Sabda Rindu. Dengan karakter musik folk yang mereka sajikan, menambah suasana sore hari di Candi Prambanan menjadi semakin syahdu.
Tiga penampil lain yang turut menghangatkan panggung Prambanan Jazz Virtual 2021 yakni Nadin Amizah, Nita Aartsen & Eurasian Bigband feat Tompi serta Pamungkas. Prambanan Jazz Virtual 2021 ini merupakan pergelaran tahunan ketujuh dan tahun ini merupakan kedua kalinya digelar secara virtual. (den)
