BERNAS.ID– Untuk memfasilitasi sekitar 6.000 Sarjana Arsitektur Indonesia yang lulus setiap tahunnya sejak tahun 2005, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) mendorong terbentuknya lebih banyak Program Pendidikan Profesi Arsitek di berbagai perguruan tinggi arsitektur, demi menyetarakan Pendidikan Arsitektur Indonesia dengan standar internasional.
Total ada 31 kampus yang telah memiliki Nota Kesepahaman atau MoU Penyelenggaraan Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr). Terakhir, dua perguruan tinggi yang bergabung dalam MoU adalah Universitas Katolik Soegijapranata di Semarang dan Universitas Sebelas Maret di Surakarta, Jawa Tengah.
MoU tersebut ditandatangani pada Senin (6/12/2021) oleh Ketua Umum IAI Georgius Budi Yulianto beserta kepala program studi dari kedua universitas tersebut.
Baca Juga: Munas IAI XVI Bawa 4 Spirit Perubahan Paradigma Baru Profesi Arsitek Indonesia
Berdasarkan rilis yang diterima Bernas.id pada Rabu (8/12/2021), Georgius mengatakan nota kesepahaman itu merupakan induk atau payung dari perjanjian kerja sama yang disusun secara tersendiri untuk setiap bidang kerja sama sesuai kegiatan yang akan dilaksanakan dan atau ditindaklanjuti oleh para pihak.
Sebagai mitra kerja dan mitra belajar bagi perguruan tinggi arsitektur dalam PPAr, tugas IAI antara lain menyediakan dosen mata kuliah, dosen tamu, dan reviewer untuk berbagai ujian terkait keprofesian, yang turut andil dalam pengembangan ilmu keprofesian, arsitektur, etika profesi, serta kerja sama publikasi kegiatan.
“Pendidikan Tinggi Arsitektur saat ini mengalami perubahan yang menuntut model pembelajaran yang lebih dinamis, multidisiplin dan fokus dalam menghasilkan lulusan yang memenuhi standar kompetensi yang diakui secara nasional, regional dan internasional,” demikian bunyi rilis tersebut.
Baca Juga: Inilah 24 Sertifikasi di Bidang IT Terbaik di Universitas Mahakarya Asia
Kerja sama ini juga dipicu oleh tantangan di tingkat regional, yang ditandai salah satunya dengan Pasar Bebas ASEAN Tahun 2015 melalui Mutual Recognition Arrangement (MRA) for Architectural Services.
Dengan begitu, dunia arsitek di Indonesia perlu menerapkan prinsip kesetaraan mutu serta kesepahaman tentang kualifikasi dari berbagai bidang pekerjaan dan profesi di era global.
Dunia internasional melalui organisasi profesi arsitek sedunia, the Union Internationale des Architectes (UIA), di mana arsitek Indonesia melalui IAI menjadi anggotanya, merekomendasikan seorang calon arsitek harus mengikuti pendidikan minimal selama 5 tahun di perguruan tinggi arsitektur.
Setelah itu, calon arsitek juga harus mengikuti proses magang sekurang-kurangnya dua tahun sebelum diperbolehkan berpraktik sebagai seorang arsitek.
Baca Juga: Inilah 9 Cara Menjadi Arsitek Profesional yang Handal dan Sukses
Tuntutan tersebut direspons oleh IAI dengan mengenalkan model 4 tahun +1 yang merupakan perwujudan pendidikan sarjana (4 tahun) ditambah program pendidikan profesi arsitek (1 tahun).
Seiring dengan tuntutan untuk legitimasi di ranah legalitas akademik, utamanya dengan UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, IAI menilai perlu adanya penyesuaian dengan menjadikan program tersebut sebagai program studi “Profesi Arsitek”.
Peta Sebaran 31 Kampus
IAI menyebutkan dari 31 perguruan tinggi arsitektur yang telah memiliki Nota Kesepahaman PPAr, 8 di antaranya telah telah aktif melaksanakan Program Pendidikan Profesi Arsitek.
Namun per tahun 2020, PPAr di beberapa Perguruan Tinggi Arsitektur ditunda untuk mengajukan izin Program Studi ke DIKTI, hingga saat ini hanya ada 5 yang telah resmi beroperasi, yaitu:
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya
- Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta
- Universitas Indonesia (UI), Depok
- Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta
- Universitas Sumatera Utara (USU), Medan
Baca Juga: Inilah 6 Prospek Kerja Arsitektur yang Harus Diketahui Calon Arsitek
Sebagai informasi, IAI merupakan organisasi profesi arsitek yang diakui oleh negara berdasarkan UU No.6 Tahun 2017 Tentang Arsitek. Anggotanya mencapai lebih dari 20.500 arsitek yang terdaftar melalui 34 kepengurusan provinsi, satu kepengurusan perwakilan, dan 4 kepengurusan wilayah yang tersebar di seluruh Indonesia. Program Sarjana Arsitektur di Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) membuka peluang bagi Anda untuk menjadi arsitek inovatif.
Raih masa depan dengan mendaftar di UNMAHA. Hubungi langsung melalui WhatsApp di nomor resmi UNMAHA untuk mendapatkan respons cepat serta informasi akurat. Universitas Mahakarya Asia juga telah membuka kesempatan bagi Anda yang ingin mendapat beasiswa berupa gratis pembayaran SPP kuliah.***5
