YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Prof Yudian mengatakan pameran seni rupa bertajuk “Bersama dalam Beda, Berbeda dalam Sama” di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mampu menghidupkan kepekaan berbangsa. Sebab, lukisan-lukisan yang dipamerkan bertutur tentang toleransi, persatuan dan tema-tema sosial kontemporer.
Prof Yudian tampak tertarik dengan lukisan bergambar Guru Bangsa Gus Dur bersama dengan sekumpulan tokoh agama. Ia memcermati detailnya dengan seksama. Di sisi ruang pameran yang lain, Prof Yudian juga berhenti di depan lukisan Guru Bangsa Buya Syafi’i, anggota Dewan Pengarah BPIP.
Baca Juga BPIP: Mengenal Pancasila Itu Berarti Mengenal Diri Sendiri
Prof Yudian pun meyakini pesan keberagaman Indonesia yang disampaikan melalui karya seni indah yang syarat makna menjadi cara jitu menumbuhkan rasa kebangsaan. “Karya-karya seni rupa yang ditampilkan bisa menghidupkan roso, melatih kepekaan berbangsa sehingga Pancasila bisa meresap dalam setiap dimensi kehidupan,” tuturnya, Kamis (16/12/2021).
Prof Yudian juga mengapresiasi Rektor Almakin sebagai pelukis pertama dalam sejarah berdirinya UIN Sunan Kalijaga. “Harapan saya kegiatan semacam ini bisa diadakan setiap tahun, tentu sebagai upaya bersama menjaga nilai-nilai Pancasila dengan berbagai cara yang mudah dipahami dan diterima masyarakat luas,” ujarnya.
Baca Juga Kepala BPIP Tawarkan Pembaruan Islam dalam Bukunya
Pameran seni ini digelar mulai tanggal 15 hingga 22 Desember 2021. Ada lebih dari 70 seniman yang memamerkan karya seninya dalam berbagai media seperti lukisan, grafiti, dan seni instalasi. Beberapa seniman terdepan Indonesia bergabung dalam eksibisi ini seperti Butet Kartarejasa dan Nasirun. Selain seniman, Rektor Almakin, Wakil Rektor Sahiron dan Ketua Rumah Jurnal UIN Sunan Kalijaga Rama Kertamukti juga turut memamerkan karya seni mereka.
Kunjungan Kepala BPIP, Prof Yudian Wahyudi ditemani Rektor Prof Almakin, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Dr Mochamad Sodik, dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Dr Badrun Alaina. Ia pun mengapresiasi inisiatif UIN Sunan Kalijaga yang menggelar pameran seni rupa bertema kebangsaan ini. (jat)
