Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    Mengulik Tradisi di Yogyakarta: Workshop Eksklusif Belajar Meracik Sirup Jahe dan Membatik

    May 24, 2026

    UPN Veteran Yogyakarta Jatuhkan Sanksi kepada Dosen Pelaku Kekerasan Seksual

    May 24, 2026

    Jakarta Rawan, Ongen Minta Satpol PP Diperkuat dari Mabes hingga Kelurahan

    May 24, 2026

    Dorong Tranformasi Digital, Bank Jakarta Raih Penghargaan Digital Brand

    May 24, 2026

    Rujak Pare Sambal Kecombrang, Upaya Melawan Lupa Tragedi Mei 1998

    May 23, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      Dorong Tranformasi Digital, Bank Jakarta Raih Penghargaan Digital Brand

      May 24, 2026

      Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan, Menkeu Purbaya Hadiri Jogja Financial Festival 2026

      May 22, 2026

      Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI

      May 19, 2026

      DIY Jadi Tuan Rumah Pembukaan Seleksi Calon Anggota Industri Kreatif Syariah (IKRA) Tahun 2026

      April 30, 2026

      Ninja Xpress Luncurkan Ninja Cross Border: Dari Indonesia ke Dunia

      April 26, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Pendidikan»Mengurai Perbedaan Jenjang Pendidikan D1, D2, D3, S1, S2, S3, dan Profesor di Perkuliahan
    Pendidikan

    Mengurai Perbedaan Jenjang Pendidikan D1, D2, D3, S1, S2, S3, dan Profesor di Perkuliahan

    Nabila ghaida ziaBy Nabila ghaida ziaJanuary 18, 2022Updated:March 11, 2025No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    jenjang pendidikan
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    Bernas.id – Usai lulus dari jenjang pendidikan menengah atas (SMA / SMK / MA / Sederajat), siswa mungkin mengalami kebingungan dalam memilih jenjang pendidikan berikutnya. Di Indonesia, tersedia berbagai jenis program pendidikan bagi lulusan pendidikan menengah atas.

    Pertama, program vokasi (D1, D2, D3, dan D4). Kedua, program Sarjana (S1, S2, dan S3). Ketiga, program profesor. Oleh karena itu, sebelum menentukan pilihan melanjutkan pendidikan pada program vokasi atau sarjana, perlu memahami dulu perbedaan antara D1, D2, D3, S1, S2, S3, dan Profesor di Perkuliahan.

    Baca juga: Jurusan Akuntansi Universitas Mahakarya Asia: Mata Kuliah dan Prospek Kerja

    Secara umum perbedaan jenjang pendidikan antara D1, D2, D3, S1, S2, S3, dan Profesor terletak pada empat hal, yaitu lama masa studi, jumlah SKS, porsi teori dan praktik, serta gelar lulusan. Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

    Perbedaan Jenjang Pendidikan di Perkuliahan

    Program Diploma

    Program Diploma

    Diploma 1 (D1)

    Diploma 1 memiliki program pendidikan yang cenderung pendek dengan masa belajar satu tahun. Meski programnya terhitung pendek, tetapi program Diploma 1 (D1) mengedepankan keterampilan siap kerja. Satuan Kredit Semester (SKS) yang harus ditempuh hanya 30 SKS dalam dua semester atau satu tahun.

    Pendidikan Diploma 1 (D1) membekali lulusannya dengan beragam praktik yang berguna di dunia kerja sehingga lulusannya menguasai keahlian tertentu. Syarat kelulusan program D1 adalah berupa aporan karya ilmiah dan kerja praktik. Lulusan program D1 bergelar Ahli Pratama atau A.P.

    Penyedia program D1 di Indonesia antara lain:

    • Politeknik Keuangan Negara jurusan Kebendaharaan Negara
    • Politeknik Keuangan Negara jurusan Kepabeanan dan Cukai
    • Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Jakarta jurusan Manajemen Perhotelan

    Baca juga: 14 Universitas Jurusan Teknik Informatika Terbaik di Indonesia

    Diploma 2 (D2)

    Program Diploma 2 (D2) dapat ditempuh dalam waktu 2 tahun atau 4 semester sehingga mata kuliah dan praktikum yang didapatkan pun lebih banyak dari program D1. Jumlah SKS untuk program D2 sebanyak 64 SKS. Tugas akhir yang dibebankan kepada mahasiswa berupa kerja praktik. Di samping itu, mahasiswa diwajibkan menyusun laporan karya ilmiah untuk lulus dari program D2 dan mendapat gelar Ahli Muda (A.Ma).

    Penyedia program D2 di Indonesia antara lain:

    • Universitas Terbuka jurusan Ilmu Perpustakaan
    • Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang jurusan Akuntansi
    • Sekolah Tinggi Transportasi Darat jurusan Pengujian Kendaraan Bermotor

    Baca juga: 10 Universitas Jurusan Perhotelan Terbaik dan Unggul di Indonesia

    Diploma 3 (D3)

    Masa belajar program Diploma 3 (D3) adalah 3 tahun dengan Satuan Kredit Semester (SKS) sebanyak 112 SKS. Sama dengan program D1 dan D2, tugas akhir program D3 berupa kerja praktik dan laporan karya ilmiah menjadi syarat kelulusan. Gelar yang diperoleh dari program D3 berupa Ahli Madya atau A.Md.

    Penyedia program D3 di Indonesia antara lain:

    • BINUS University jurusan Broadcasting atau Penyiaran
    • Universitas Airlangga jurusan Pariwisata
    • Universitas Padjadjaran jurusan Hubungan Masyarakat
    • Universitas Mahakarya Asia jurusan Perhotelan

    Baca juga: Jurusan Perhotelan dan Pariwisata: Mata Kuliah dan Prospek Kerja

    Diploma 4 (D4)

    Program Diploma 4 (D4) sering disamakan dengan Sarjana padahal keduanya berbeda. Diploma 4 dituntut untuk menyelesaikan 144 SKS yang biasanya ditempuh dalam 4 tahun. Perbedaan antara D4 dan S1 terletak pada jumlah praktik dan ilmu terapan yang dipelajari. Diploma cenderung fokus pada ilmu terapan dan praktik jika dibandingkan dengan S1 sehingga D4 disebut sebagai Sarjana Terapan. Agar lulus dari program D4 dan bergelar S.ST (Sarjana Sains Terapan), mahasiswa D4 diwajibkan menempuh kerja praktik dan menyusun laporan karya ilmiah.

    Program Sarjana

    Program Sarjana

    Strata 1 (S1)

    Strata 1 (S1) berfokus pada pendalaman ilmu teori daripada praktiknya. Lulusan S1 biasanya unggul dalam segi teoritis. Masa belajar program Strata 1 umumnya 4 tahun dengan kewajiban menyelesaikan sebanyak 144 – 166 SKS bergantung pada bidang studi yang ditempuh.

    Syarat kelulusan program S1 berupa skripsi yang bebannya disetarakan 6 SKS. Usai lulus dari program Strata 1, lulusan akan bergelar Sarjana (S.) diikuti bidang studi yang diambil. Contohnya, S.Ak untuk Sarjana Akuntansi dan S.Pd dan Sarjana Pendidikan.

    Baca juga: 22 Kuliah Online Murah S1 dan S2 di Universitas Terbaik Indonesia

    Strata 2 (S2)

    Umumnya program Strata 2 (S2) dapat ditempuh dalam waktu 1,5 sampai 2 tahun. Mahasiswa S2 diwajibkan menyusun tesis yang berisi pengembangan metode spesifik untuk diaplikasikan pada persoalan yang lebih luas. Tesis ini sebagai syarat kelulusan untuk mendapat gelar Magister (M.). Contohnya, Magister Psikologi (M.Psi) dan Magister Farmasi (M.Farm). Strata 2 (S2) mendidik mahasiswa untuk menguasai bidang ilmu yang lebih spesifik. Lulusan S2 biasanya unggul dalam pengerjaan hal-hal yang bersifat strategis.

    Strata 3 (S3)

    Jenjang Strata 3 merupakan jenjang lanjutan bagi lulusan program S2. Mahasiswa S3 diwajibkan menyusun sebuah karya ilmiah berupa disertasi dari rangkaian penelitian mendalam atas suatu kasus atau fenomena. Gelar lulusan program S3 berupa Doktor (Dr.) yang ditulis di depan nama lulusan.

    Baca juga: Jurusan Manajemen UNMAHA, 9 Mata Kuliah dan 10 Prospek Kerjanya

    Program Profesor

    Program Profesor

    Jabatan profesor di kalangan dosen merupakan jabatan prestisius yang menduduki posisi tertinggi di lingkup profesi dosen. Istilah lain profesor dalam jabatan akademik juga familiar disebut Guru Besar. Profesor memiliki tanggung jawab besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan sesuai bidang keilmuan yang ditekuni.

    Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2003, syarat menjadi Profesor adalah:

    • Memiliki ijazah S3 dan pengajuan menjadi Profesor dapat dilakukan tiga tahun setelah ijazah S3 didapatkan
    • Publikasi karya ilmiah pada situs jurnal internasional bereputasi minimal 4 jurnal. Syarat ini dinilai paling sulit karena memerlukan waktu penelitian, penyusunan laporan, dan penulisan jurnal dalam waktu yang cukup lama.
    • Calon profesor telah menjadi dosen minimal selama 10 tahun dan menduduki setiap tahapan jabatan akademik.

    Setiap jenjang pendidikan ditempuh dengan beragam pengorbanan mulai dari tenaga hingga keuangan. Oleh karena itu, program pendidikan apa pun yang dipilih untuk ditekuni patut dioptimalkan sehingga menghasilkan output yang memuaskan.

    Pilihan Program Studi dan Sertifikasi yang Tepat

    Jika Anda sedang mencari program studi yang prospek kariernya menjanjikan, Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) memiliki program studi yang cocok untuk Anda pilih.

    Di bidang IT, Anda bisa mengambil jurusan Teknik Informatika atau Sistem Informasi. Sementara di bidang bisnis, Anda bisa mengambil jurusan Kewirausahaan atau Manajemen.

    UNMAHA juga menyediakan program beasiswa lho untuk Anda yang ingin mendapatkan gratis SPP. Dengan mengerjakan proyek langsung, tak hanya akan mendapat pengalaman berharga tetapi Anda juga bisa membangun portofolio sejak kuliah.

    Tak hanya itu, UNMAHA juga menyediakan program sertifikasi yang relevan untuk memberikan pengakuan resmi pada keterampilan yang Anda kuasai. Sertifikasi ini telah resmi dan diakui oleh BNSP, sehingga sangat efektif mendukung karier Anda.

    Informasi lebih lanjut, silakan cek website PMB UNMAHA atau bisa langsung menghubungi Admin UNMAHA melalui WhatsApp. (1)

    D2 D3 dan Profesor Diploma mahasiswa di UNMAHA Perbedaan D1 profesor program studi di UNMAHA S1 S2 S3 sarjana hukum Universitas Mahakarya Asia UNMAHA
    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Nabila ghaida zia

    Related Posts

    Prof Dr Stevanus Adrianto Passat Terpilih Sebagai Ketua Ikatan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur

    May 23, 2026

    20 Mahasiswa Raih Predikat Berprestasi di Wisuda ke-48 ITPLN

    May 22, 2026

    UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Mewisuda 590 Mahasiswa

    May 20, 2026

    Prof Laksanto Ungkap Konsep ODR Penyelesaian Sengketa dalam PKPA KAI-Unbor

    May 20, 2026

    UMY Hadirkan E-Learning Berbasis AI, Bekali PKBM Wijaya Kusuma Persiapkan Siswa Hadapi Ujian Nasional

    May 19, 2026

    Asosiasi Dosen Indonesia Komitmen Memperjuangkan Gaji Dosen Minimal 2 Kali UMP

    May 18, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Internasional Terbaru

    EMGA memfasilitasi pembiayaan senilai USD 15 juta untuk Asia Alliance Bank dari OeEB

    May 23, 2026

    EMGA memfasilitasi pembiayaan senilai USD 15 juta untuk Asia Alliance Bank dari OeEB

    May 23, 2026
    Berita Nasional Terbaru

    28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Luncurkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa

    May 21, 2026

    Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

    April 13, 2026
    Berita Daerah Terbaru

    Mengulik Tradisi di Yogyakarta: Workshop Eksklusif Belajar Meracik Sirup Jahe dan Membatik

    May 24, 2026

    Jakarta Rawan, Ongen Minta Satpol PP Diperkuat dari Mabes hingga Kelurahan

    May 24, 2026
    BERNAS.id

    Office Address :
    Jakarta
    Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
    Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

    Yogyakarta
    Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
    Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

    Email :
    info@bernas.id
    redaksi@bernas.id

    Advertisement & Placement :
    +62 812-1523-4545

    Link
    • Google News BERNAS.id
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
    BERNAS.id
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.