Bernas.id – Tak bisa kita pungkiri bahwa pariwisata adalah sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19 ini. Yogyakarta yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia, misalnya, mengalami penurunan jumlah kunjungan wisatawan hingga 2.993.838 atau sebesar 68,38% hanya dalam tiga tahun terakhir sejak pandemi menyerang.
Padahal, penurunan jumlah wisatawan ini bisa mengakibatkan dampak serius seperti pembatalan event dan penurunan pesanan, rendahnya penyerapan lapangan kerja, dan usaha transportasi tutup.
Di sisi lain, sektor pariwisata Yogyakarta memegang peranan penting dalam perekonomian dan pembangunan di DIY.
Kabar baiknya, Organisasi Pariwisata Dunia atau UNWTO memprediksi sektor pariwisata, termasuk pariwisata Indonesia, akan pulih pada 2024. Prediksi tersebut tentu tidak akan bisa terjadi tanpa ada persiapan matang sejak dini.
Potensi Wisata Yogyakarta
Yogyakarta telah memiliki berbagai destinasi wisata yang menarik perhatian turis lokal dan mancanegara. Sepuluh destinasi wisata Yogyakarta yang menjadi favorit turis antara lain:
- Malioboro dan Alun-Alun Utara
- Pantai-Pantai di Gunung Kidul
- Kopi & Cafe
- Pantai Parangtritis
- Heha sky & Ocean
- Merapi
- Pantai Glagah
- Hutan Pinus
- Tugu Jogja
- Tebing Breksi.
Menurut Wakil Ketua KADIN DPC Bantul Bidang kepariwisataan, Yogyakarta, Bobby Ardyanto Setyoajie, destinasi wisata yang menjadi favorit wisatawan Yogyakarta tersebut kemungkinan akan bergeser seiring dengan adanya pandemi ini.
Dalam wawancara via telepon, Bobby mengatakan bahwa salah satu hal yang memicu perubahan tersebut adalah pembangunan infrastruktur di Yogyakarta yang cukup signifikan.
“Ada kemungkinan besar destinasi yang dulu menjadi favorit wisatawan Yogyakarta akan mengalami perubahan seiring dengan adanya pembangunan infrastruktur. Apalagi di tahun 2024, tol sudah terkoneksi yang sangat mungkin menyebabkan perubahan signifikan pada pola perjalanan dari wisatawan itu sendiri,” ucap Bobby saat dihubungi tim Bernas.id.
Bobby juga menambahkan bahwa perubahan pada pola perjalanan dari wisatawan tersebut akan berdampak pada destinasi yang nantinya akan menjadi favorit. Hal inilah yang menjadi pembahasan besar banyak stakeholder di bidang Pariwisata.
Bobby juga mengatakan segenap pemangku kepentingan di bidang pariwisata Yogyakarta berharap Kota Gudeg bisa menjadi seperti Bali. Dengan kata lain, Yogyakarta diharapkan bisa menjadi homebase para wisatawan.
Menurut Bobby, Yogyakarta juga bisa menjadi destinasi wisata seperti Bali, di mana wisatawan bisa berkunjung ke daera-daerah di luar bali (Lombok atau Pulau Komodo) namun tetap kembali ke Bali sebagai tempat menginap..
“Jadi, kami sedang mencoba mempresentasikan ke Gubernur gimana caranya agar Yogyakarta bisa menjadi homebase para wisatawan. Artinya, wisatawan yang datang ke Jogjakarta bisa mengunjungi destinasi di luar Yogyakarta namun tetap kembali ke Yogyakarta sebagai home base-nya,” tambah dia.
Baca juga: 10 Destinasi Wisata Yogyakarta yang Banyak Dikunjungi
Persiapan Yogyakarta
Agar Yogyakarta bisa menjadi home base para wisatawan, kata Bobby, ada banyak pekerjaan besar yang perlu diselesaikan. Salah satu pekerjaan terbesar agar Yogyakarta bisa siap menjadi home base para wisatawan adalah melalui perbaikan produk.
“Kita bisa bayangkan, saat tol sudah terkoneksi, dari Surabaya ke Yogjakarta hanya 2,5 jam. Dari Jakarta ke Yogyakarta bisa ditempuh sekitar 4 hingga 5 jam. Jika Yogyakarta tidak punya produk yang kuat untuk menahan wisatawan agar tetap stay di Yogyakarta, hal tersebut bisa menurunkan popularitas destinasi wisata Yogyakarta,” ucap dia.
Menurut Bobby, cara terbaik agar pariwisata Yogyakarta bisa segera pulih adalah dengan penataan produk secara tematik. Produk pariwisata yang disusun secara tematik, kata Bobby, bisa membuat para wisatawan Yogyakarta memiliki ekspektasi yang segmented sehingga memunculkan berbagai destinasi wisata baru di Yogyakarta.
“Ada beberapa tema yang sudah kami susun, yakni pariwisata mengenai culture, nature, wellness tourism, dan medical tourism. Empat poin tersebut akan kita development bersama agar bisa menguatkan destinasi wisata yang ada di Kabupaten dan mengurangi keramaian di Kota,” ucapnya.
Dengan mengembangkan empat tema untuk produk wisata tersebut, Boby berharap pariwisata di Jogjakarta bisa menemukan keseimbangan agar wisatawan yang berkunjung tidak menumpuk di wilayah kota saja.
“Cara ini juga bisa membantu meningkatkan pendapatan di sektor wisata karena wisatawan akan meningkatkan jumlah spending money selama berlibur di Yogyakarta,” tambah dia.