YOGYAKARTA, BERNAS.ID — Peningkatan kasus COVID-19 termasuk varian Omicron, dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, mulai dirasakan dampaknya oleh pengelola hotel. Okupansi menjadi menurun, sehingga banyak Meetings, Incentives, Conferencing, Exhibitions (MICE) ditunda.
PPKM level 3 sendiri mulai diberlakukan di DIY dan beberapa daerah lain mulai Selasa (8/2/2022) – Senin (14/2/2022), dan diperpanjang mulai Selasa (15/2/2022) – Senin (21/2/2022).
“Sudah satu pekan lebih ini PPKM level 3 tentu berdampak, okupansi turun tajam karena MICE dari beberapa Kementerian ditunda,” ucap Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, Kamis (17/2/2022).
Baca juga: MICE, Solusi Menaikkan Jumlah Wisatawan ke Indonesia
Ia mengatakan, saat ini untuk okupansi hotel bintang 3 sampai dengan 5 rata-rata 30% – 40%, sementara untuk weekend 40% – 60%. Untuk bintang 2 kebawah dikisaran 20% – 30%, dan weekend 30% – 40%.
“Otomatis ini membuyarkan target kami yang rata-rata 70% di Februari. Kami hanya bisa pasrah karena ini mungkin takdir untuk kami,” imbuh Deddy.
Baca juga: Fenomena Tak Lazim Terkait Okupansi Hotel di DIY Awal Tahun ini
Pihaknya hanya mengharapkan, di tengah kondisi seperti saat ini, kebijakan Pemerintah alangkah lebih baik juga dibarengi solusi. “Solusi seperti memberikan insentif penghapusan PBB tahun 2022 serta penundaan perpanjangan SLF [Sertifikat Laik Fungsi] yang ini semua memberatkan kami, lebih-lebih saat ini ada surat, kami diminta air PDAM. Sejauh ini sama sekali belum ada insentif,” tambahnya. (den)
