SLEMAN, BERNAS.ID – Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman tak memungkiri adanya penurunan jumlah wisata di Kabupaten Sleman selama masa pandemi. Namun, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata justru meningkat.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Suparmono mengatakan, peningkatan PAD berasal dari usaha jasa pariwisata (UJP) seperti penginapan, rumah makan, hotel yang berada di Kabupaten Sleman. Menurutnya, hal itu menunjukkan UJP lebih kuat dibanding destinasi wisata. “UJP ini yang harus kita kuatkan karena banyak berwisata ke tetangga Sleman, tapi belanja, menginap dan jajannya di Sleman,” tuturnya, Rabu (23/3/2022).
Baca Juga Dispar Sleman: Porda dan Peparda Sarana Efektif Promosi Wisata
Lanjut tambahnya, PAD pariwisata di Kabupaten Sleman mengalami peningkatan pada tahun 2021 di tengah meningkatkan kasus COVID-19. Hal itu terlihat dari sektor pariwisata naik menjadi Rp 147 Miliar lebih besar 18 persen daripada tahun 2020. Tahun 2020, PAD sektor wisata di Sleman hanya sebesar Rp 117 Miliar.
Suparmono juga memaparkan, Kabupaten Sleman penurunan jumlah kunjungan wisatawan selama masa pandemi. Berdasarkan catatan Dinas Pariwisata Sleman, di tahun 2019, jumlah wisatawan di Kabupaten Sleman berjumlah 10,3 juta, sementara pada tahun 2020 ada 4,25 juta.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan, Pemkab Sleman pada tahun 2022 telah menyediakan anggaran sebesar Rp 3,4 Miliar untuk mempromosikan wisata Sleman dalam menyambut Pekan Olahraga Daerah tahun 2022. “Untuk hibah promosi wisata Kabupaten Sleman, Pemerintah menyediakan Rp 1 Miliar untuk event-event tertentu yang nantinya akan menggerakkan perekonomian di Kabupaten Sleman,” kata Kustini.
Baca Juga PPKM Level 4 Lebih Pengaruhi Kunjungan Wisatawan Turun Daripada Erupsi Merapi
Pemkab Sleman, lanjut Kustini juga telah mengembangkan destinasi wisata berbasis masyarakat melalui 53 desa wisata. Pemkab nantinya akan memberikan pendampingan terhadap desa wisata tersebut untuk menggali potensi dan keunikan desa tersebut.
“Dari pariwisata, kebudayaan, maupun perindag nantinya akan selalu mendampingi. Harapannya, setiap wisata yang tumbuh, maka akan tumbuh juga sektor perekonomian,” jelas Kustini.
Selain itu, Pemkab Sleman juga telah me-launching Calender of Event tahun 2022, dimana masyarakat nanti dapat melihat event-event wisata yang ada di Kabupaten Sleman. “Saya berharap kepada teman-teman media dapat ikut mempromosikan event tersebut, di mana terdapat unggulan-unggulan wisata yang berada di Kabupaten Sleman,” tukasnya. (jat)
