SLEMAN, BERNAS.ID – Rombongan Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Kabupaten Sleman melakukan sidak ke restoran dan pasar di wilayahnya, terkait tingginya harga minyak goreng akhir-akhir ini di pasaran.
Kali ini kunjungan dilakukan ke Resto Taman Luku yang berada di Jalan Kaliurang Km 14, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman. Disana rombongan diterima langsung oleh Pemilik dan manajemen Restoran Taman Luku.
Pada kesempatan tersebut, Ketua BPC PHRI Sleman Joko Paromo, berpesan kepada pemilik dan pengelola Resto Taman Luku untuk tidak menurunkan kualitas makanannya walaupun harga minyak goreng saat ini sedang naik.
Baca Juga : Minyak Goreng Curah Kini Langka di DIY, Ini Sebabnya
“Dengan harga minyak yang sedang naik ini, saya harap Resto Taman Luku tidak menurunkan kualitas makanan yang dijualnya,” ujar Joko Paromo, Kamis (24/3/2022).
Untoro selaku pemilik Resto Taman Luku, mengaku saat ini masih belum memutuskan langkah apa yang akan diambil pihaknya terkait mahalnya minyak goreng tersebut. “Saat ini kami masih memberlakukan seperti biasanya, tidak ada menurunkan kualitas makanan ataupun menaikan harga makanan disini,” ungkapnya.

Bahkan, dia mengaku sejak naiknya harga minyak goreng, dia rela memotong profit yang didapatkan saja. “Kami hanya memotong profit saja, jadinya keuntungan yang didapat tidak seperti biasanya, menjadi menurun,” imbuhnya.
Sedangkan Kepala Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) Agung Sasongko, yang turut serta dalam kunjungan ke Resto Taman Luku mengatakan, yang tidak kalah hebat dengan minyak goreng adalah pemberlakuan PPKM.
Baca Juga : Pemerintah Rombak Kebijakan Minyak Goreng Sawit Curah
“Saat kami usai melakukan promosi di luar, tahu-tahu di Jogja PPKM Level 4. Banyak calon tamu yang menanyakan hal tersebut, dan hal itu lebih menakutkan daripada harga minyak goreng yang naik,” katanya.
Agung berharap dengan sudah turunnya level PPKM di Daerah Istimewa Yogyakarta, semoga dapat membangkitkan kembali pariwisata di DIY dan Kabupaten Sleman pada khususnya.
Sebelumnya, rombongan juga melakukan kunjungan ke Pasar Rejodani, untuk memantau perkembangan harga minyak goreng terkini di wilayah Kabupaten Sleman. (cdr)
