SLEMAN, BERNAS.ID – Pasar-pasar yang mulai penuh dan okupansi hotel yang terus naik menjadi pertanda ekonomi di Kabupaten Sleman mulai tumbuh. Pembatasan gerak masyarakat di masa pandemi Covid-19 memang berdampak pada semua sektor kehidupan.
Direktur Bank Sleman, Muhammad Sigit mengatakan, saat ini sudah muncul tanda-tanda ekonomi tumbuh. Ia juga menangkap pesan positif Menteri Kesehatan yang menyinggung sebentar lagi kondisi pandemi akan berubah menuju endemi. “Dalam pengesahan laporan setelah diaudit dalam RUPS, para pemegang saham memberikan arahan agar kita segera bangkit dalam kondisi pandemi ini,” tuturnya ke awak media, Jumat (5/3/2022).
“Poin-poin penting untuk pengembangan Bank Sleman untuk terus tumbuh ke depan. Dalam kondisi pandemi, semua industri, semua cepat bangkit,” imbuhnya.
Baca Juga Bank Sleman Buka Cabang di Kalasan
Meski masyarakat sudah tahu untuk antisipasi Covid-19 seperti apa, Sigit berharap virus Covid-19 varian Omicron tidak memberi dampak buruk. “Omicron walau tinggi, yang terkena bergejala ringan, tapi semoga Omicron tidak membuat buruk lagi,” katanya.
Dengan didukung permodalan yang lebih baik seperti aset hampir 1 triliun rupiah, Sigit mengatakan, akan segera melakukan ekspansi dalam bisnis tahun ini. “Tahun ini, tahun pertumbuhan atau recovery meski masih di masa pandemi, orang masih sedang kena musibah, tapi bagaimana mempertahankan pelayanan kita supaya kita tidak ditinggalkan oleh customer,” ujarnya.
Ia pun memaparkan upaya-upaya ekspansi bisnisnya agar Bank Sleman terus tumbuh. Misalnya, bisa menjual dengan suku bunga yang bersaing dan mempercepat proses kredit, kalau biasanya butuh waktu dua minggu, kalau bisa maksimal 5 hari sudah cair. “Kita juga akan meningkatkan pelayanan agar tidak ditinggalkan konsumen dengan meningkatkan pelayanan digitalisasi,” ucapnya.
Baca Juga BPBD Sleman Sebar 32 Ribu Masker di 4 Titik Keramaian
“Ini upaya kami dalam rangka bagaimana kita menyambut ekonomi yang sudah menggeliat supaya lebih menarik konsumen. Kita ingin meningkatkan volume kredit dan bisa menjual dengan suku bunga yang menarik sehingga bisa bersaing dengan bank-bank besar,” imbuhnya.
Untuk mendapatkan dukungan modal yang lebih baik lagi, Sigit juga akan meningkatkan lagi kerjasama dengan pemerintah daerah melalui beberapa kegiatan seperti TPP (Tambahan Perbaikan Penghasilan) dan TPG (Tunjangan Profesi Guru) yang sebagian bisa lewat Bank Sleman.
“Untuk kenaikan aset mencapai 12-13 persen untuk tahun lalu dan tahun ini, kita menarget lagi di atas 10 persen tahun ini. Untuk nasabah, kita menargetkan dari angka 60 ribu nasabah naik 10 persen,” tutupnya. (jat)
