BERNAS. ID – Xhakaboom, begitulah julukan yang disematkan pendukung klub Arsenal kepada gelandang mereka asal Swiss, Granit Xhaka. Selain disiplin menjaga kedalam permainan, Xhaka juga kerap melepaskan tendangan jarak jauh yang tak disangka sangka jadi salah satu kekuatannya. Hal inilah yang menjadi alasan ia menyandang julukan 'boom' itu.
Kapten Swiss itu sempat beberapa kali mencetak gol lewat tendangan jarak jauh di The Gunners, salah satunya di pertandingan melawan Hull City. Apalagi gol yang ia cetak ke gawang Hull City merupakan gol perdananya di Premier League.
Baca juga: Karir Thomas Partey, Gelandang Bertahan Arsenal Asal Ghana
Pemain Swiss itu bergabung dengan Arsenal dari Borussia Monchengladbach kala The Gunners masih diasuh Arsene Wenger 2016/17. Seperti apa kisah perjalan kari sang ifender bernomor punggung 34 di Arsenal itu menapaki karir sepak bolanya? Simak ulasan ceritanya berikut ini.
Daftar Isi :
- Tentang Granit Xhaka
- Kehidupan Awal Sosok Granit Xhaka
- Granit Xhaka di Skuad Utama FC Basel
- Semakin Dikenal Kala Bermain di Monchengladbach
- Pembelian Arsenal Era Arsene Wenger
- Karir Granit Xhaka di Timnas Swiss
Tentang Granit Xhaka
Nama Lengkap: Granit Xhaka
Tempat Lahir : Klein Basel,Basel, Swiss
Tanggal Lahir : 27 September 1992
Kebangsaan : Swiss
Agama : Islam
Nama Orang Tua : Ragip Xhaka (Ayah) dan Elmaze Xhaka (Ibu)
Klub Saat Ini: Arsenal
Nomor Punggung dan Posisi Bermain : – 34 Gelandang Bertahan
Tinggi Badan : 186 cm
Kekuatan Kaki Dominan: Kaki Kiri
Instagram: @granitxhaka
Baca juga: Profil Emile Smith Rowe, Bintang Muda Binaan Akademi Arsenal
Kehidupan Awal Sosok Granit Xhaka
Lahir sebagai anak kedua pasangan keturunan Albania, Elmaze Xhaka (ibu) dan Ragip Xhaka (ayah) dengan nama lengkap Granit Xhaka pada tahun 27 September 1992. Orang tua Xhaka hijrah ke Swiss pada akhir 80-an setelah di negara asalnya sedang bergejolak perang saudara.
Granit Xhaka memiliki satu kakak laki –laki yang diketahui juga sebagai pemain sepak bola yang kini bermain di FC Basel bernama Taulant Xhaka. Bersama Taulant, Granit Xhaka tumbuh di sebuah daerah bernama Klein Basel.
Pada tahun 2000, keduanya didaftarkan oleh orang tuanya ke FC Concordia Basel untuk berlatih sepakbola, tanpa harapan mereka akan menjadi pemain sukses seperti sekarang. Namun tujuan orang tuanya hanya agar sang anak jauh dari kriminalitas dan kehidupan jalanan.
Setelah dua tahun bermain di Fc Concordia, mereka berdua lalu pindah ke FC Basel pada 2002. Kedua pemain tersebut tampil cukup bagus ketika membela tim junior FC Basel. Sejak tahun 2008, kakak-beradik itu naik level dan bermain bagi FC Basel U-21 hingga 2010.
Baca juga: Nicolas Pepe, Winger Mahal yang Kian Meredup di Arsenal
Granit Xhaka di Skuad Utama FC Basel
Granit Xhaka terus berkembang sebagai seorang pemain gelandang bertahan, yang mana akhirnya pada musim 2010/2011, Xhaka dipromosikan ke skuat utama FC Basel. Granit menjalani debut pada Juli 2010 di usia yang masih cukup muda, yakni 17 tahun. laga pertama dibuka saat pertandingan kualifikasi Liga Champions melawan klub Hungaria, Debreceni VSC.
Meski masih muda, dia tak canggung untuk memainkan perannya sebagai seorang gelandang bertahan. Hal itu terbukti dalam laga tersebut, ia sukses mencetak gol perdananya. Gol tersebut menjadi gol penutup kemenangan 2-0 FC Basel.
Berseragam FC Basel, Granit Xhaka semakin sering mendapatkan kepercayaan. Tak ayal, Xhaka menutup musim tersebut dengan 34 penampilan dan mampu mencetak 4 gol di semua kompetisi. Sejak itu karirnya terus berkembang.
Baca juga: Martin Odegaard, Playmaker Hebat Arsenal Buangan Real Madrid
Semakin Dikenal Kala Bermain di Monchengladbach
Kemampuan mengawal lini tengah FC Basel ternyata sudah diamati klub Bundesliga Jerman, Borussia Monchengladbach. Musim kompetisi 2012/ 13, dengan tebusan sebesar 8,5 juta euro atau sekitar Rp 136 miliar akhirnya memuluskan kepindahannya ke Die Fohlen, julukan Borussia Mönchengladbach. Bermain bersama Gladbach, kontribusi Xhaka semakin kentara. Ia bahkan menyandang kapten tim di sana.
Salah satunya yang paling diingat dari pemain tengah itu kala membantu mengantarkan Gladbach finish menempati posisi empat klasemen akhir divisi utama liga Jerman, dan mengamankan satu tiket Liga Champions musim 2016.
Selama memperkuat Gladbach di Bundesliga saja, ia membuat 78 peluang berujung gol, 106 tembakan, 85,3 persen akurasi umpan, 244 tekel, 41 blok, dan 227 intersep.
Baca juga: Fakta Eddie Nketiah, Striker Muda Arsenal yang Minim Kesempatan
Pembelian Arsenal Era Arsene Wenger
Usai capaian manis bersama Gladbach, namanya kemudian menjadi salah satu bidikan Arsenal kala masih ditangani Arsene Wenger. Manajer asal Prancis itu memuji Xhaka dengan menyebutnya sebagai pemain muda yang sarat pengalaman, baik di Bundesliga maupun di Liga Champions.
Adapun untuk mendapat tanda tangan pemain bertinggi 183 itu tawaran yang diberikan Arsenal kala itu cukup besar yakni 35 juta poundsterling. Dengan nilai transfer yang digelontorkan tersebut, Xhaka diikat kontrak selama lima tahun dan menjadi rekor penjualan termahal klub Jerman tersebut.
Musim pertama di Emirates Stadium, Xhaka tampil cukup bagus. Dengan tampil sebanyak 46 penampilan dan 4 gol menutup musim pertamanya di Inggris. Kini hampir setengah dekade bersama The Gunners , Granit Xhaka telah mengemas 234 penampilan dan 13 gol.
Baca juga: Profil dan Fakta Alexandre Lacazette, Penyerang Haus Gol Milik Arsenal
Karir Granit Xhaka di Timnas Swiss
Meski Xhaka sebenarnya memiliki darah keturunan Albania dari sang ayah, akan tetapi karena ia lahir dan tumbuh di Swiss, Xhaka lebih memilih Swiss untuk karir internasionalnya. Adapun alasan Granit Xhaka lebih karena Timas Swiss karena saat itu Swiss Football Association, atau Asosiasi Sepakbola Swiss, lebih memperlihatkan ketertarikannya dibanding Asosiasi Sepakbola Albania.
Ia pun mulai menapaki karir di timnas dari pelbagai Level. Mulai dari bermain bagi timnas Swiss u-17, u-18, u-19 dan u-21 dan yang terakhir di timnas senior Swiss pada 2011. Granit memulai debutnya untuk tim utama Swiss dalam ajang kualifikasi piala eropa 2012 melawan inggris. Hingga kini, Granit telah bermain 98 kali dan mencetak 12 gol untuk timnas Swiss.
Baca juga: Profil Bukayo Saka, Ini Prestasi Bintang Muda Arsenal
