BANTUL, BERNAS.ID – Untuk melaksanakan salah satu Tridharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian masyarakat, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menerjunkan mahasiswa semester enam yang didampingi dosen lapangan, untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari dan berkontribusi untuk menyelesaikan beberapa masalah sosial dibeberapa desa/kelurahan yang ditentukan.
Sriharjo adalah salah satu kelurahan terpilih tersebut. Sriharjo terletak di kecamatan Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya berada di bagian selatan kecamatan Imogiri.
Kelurahan Sriharjo berbatasan dengan kecamatan Pundong (sebelah barat), desa Selopamioro dan kecamatan Pundong (sebelah selatan), desa Karangtengah dan kecamatan Dlingo (sebelah timur), Kebonagung dan desa Karangtengah (sebelah utara).
Dahulu, desa Sriharjo merupakan gabungan dari 3 desa/kelurahan yang ada di wilayah kecamatan Imogiri, yaitu desa Mojohuro, desa Dogongan dan desa Kedungmiri. Karena merupakan gabungan dari 3 desa, maka desa Sriharjo menduduki posisi terluas nomor 3 di kecamatan Imogiri setelah desa Selopamioro dan desa Wukirsari.
“Secara administrasi, desa Sriharjo terbagi menjadi 13 pedukuhan, yaitu: dusun Miri, dusun Jati, dusun Mojohuro, dusun Pelemadu, dusun Sungapan, dusun Gondosuli, dusun Dogongan, dusun Dogongan, dusun Ketos, dusun Ngrancah, dusun Pengkol, dusun Sompok, dusun Wunut, dusun Trukan dan Dusun terkecil adalah Dusun Dogongan yaitu 11,40 ha atau hanya 2,7% dari luas Desa Sriharjo,” ujar Dosen Prodi Ekonomi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yuli Utami, Rabu (5/7/2023).
Baca Juga: Mendunia, Film Lies Karya Mahasiswa Ilkom UMY Diputar di SWIFF
Dusun Dogongan berseberangan dengan dusun Trukan Yang memiliki luas wilayah 506,8 km2.
“Tipikal Dusun Trukan dan Dogongan hampir mirip satu sama lain. Pekerjaan sehari hari warga adalah Petani, Pedagang, Karyawan swasta, PNS, TNI, dan Polri. Untuk Pendidikan warga dusun Trukan yaitu lulusan SMA/SMK, D3, bahkan penduduk Trukan dan Dogongan ada yang telah mengenyam pendidikan S1, dan S2,” kata Yuli.
Trukan dikenal melalui group kesenian jathilannya “Kudho Rumpoko,” sedangkan Dogongan dikenal melalui group kesenian Hadroh dan Gejlok Lesung. Industry Rempeyek adalah jenis usaha rumahan hampir ada disetiap sepuluh rumah. Usaha kecil ini sangat membutuhkan akses permodalan.
“Dusun Dogongan telah menerima santunan modal sosial dari Dinas Sosial D.I Yogyakarta yang dijadikan koperasi syariah KSPPS Kube Sejahtera Dusun Dogongan. Uniknya, jenis-jenis pembiayaan dan bagaimana mengakses dana sosial ini belum diketahui dan dikenal luas oleh masyarakat Trukan,” jelasnya.
Tingkat pengangguran di Dusun Dogongan sendiri tercatat 10% (pada tahun 2022). Sedangkan anggota KKN dan Dosen Pembimbing Lapangan, mengamati, Jumlah manusia lanjut usia juga terlihat banyak dan bahkan tidak lagi memiliki keluarga yang mengayomi dan menanggung kebutuhan harian mereka.
Baca Juga: UMY Memperkuat Manajemen Koperasi Difabel
“Problem sosial ini, harus diselesaikan segera oleh Dusun Dogongan, agar para manula terjamin kesejahteraannya terutama ketika dana kesejahteraan dan modal sosial seperti Wakaf Tunai, Zakat, dan Qardhul Hasan (Soft Loan) belum ada di KSPPS Kube Sejahtera Dusun Dogongan,” kata Yuli.
KKN PPM UMY 2023 menyerukan kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) juga untuk terjun langsung mengabdi dalam bentuk program khusus. Yuli Utami yang juga menjadi DPL KKN di Dogongan dan Trukan berinisiatif untuk mengadakan program sosialisasi potensi modal sosial, pembentukan Lembaga koperasi mikro syariah, dan pengkaderan staf yang mengoperasikannya.
“Program ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya permodalan koperasi syariah. Sehingga, koperasi ini dimaksudkan sebagai balai latihan, bukan sebagai koperasi saingan KSPPS Kube sejahtera Dogongan,” kata Yuli.
“Sasaran dari kegiatan sosialisasi potensi modal sosial ini adalah ibu-ibu pelaku UMKM lokal Dusun Trukan. DPL menyarankan ibu-ibu peserta sosialisasi untuk memanfaatkan KSPPS Kube Sejahtera jika membutuhkan modal yang lebih besar untuk mengembangkan usaha mereka. Permodalan yang diperkenalkan kepada ibu-ibu Dusun Trukan adalah pembiayaan Mudharabah (Investasi), Musyarakah (Join Venture), dan Murabahah (Jual Beli),” tambahnya.
Sedangkan kader staf dilatih untuk menyiapkan administrasi dan pelaporan keuangannya. Mewakil UMY, DPL juga menyerahkan Wakaf Tunai sebagai modal bergerak (dana abadi) yang selamanya akan diputar di koperasi latihan ini.
Baca Juga: Dosen UMY dan Unisa Beri Pelatihan Kewirausahaan di Hongkong
“Pendampingan kader dilakukan DPL dan mahasiswa KKN setelah program sosialisasi terlaksana. Konsultasi lanjutan melalui sistem daring juga dilaksanakan diluar jadual kegiatan KKN PPM UMY,” katanya.
Kepada KSPPS Kube Sejahtera Dogongan, DPL KKN PPM UMY juga mengadakan brain storming dengan seluruh Pengurus dan Penasehat, untuk menyelesaikan masalah Manula dan pengangguran di Dogongan dan Trukan, menggunakan dana sosial Zakat, Wakaf, dan Qardhul Hasan. Untuk melaksanakan tiga perangkat Syar’i ini, DPL menyiapkan simulasi pelaksanaan, berikut menyerahkan dana Wakaf Tunai sebagai pemantik dana sosial di KSPPS Kube Sejahtera Dogongan.
“Program ini disambut masyarakat Trukan dan Dogongan, serta Pengurus KSPPS Kube sejahtera dengan antusias, dan harapan agar kegiatan dapat berlanjut. KKN PPM UMY mengadakan kegiatan KKN setiap tahun, sehingga kegiatan pengabdian DPL-pun akan dilaksanakan setiap tahun. Besar harapan, kegiatan ini dapat dilanjutkan juga oleh kegiatan KKN dan pengabdian masyarakat lainnya agar permodalan sosial Islam dapat dikenal luas dan menjadi solusi sosial dimasyarakat,” pungkasnya. (cdr)
