SLEMAN, BERNAS.ID – Kabupaten Sleman mulai mengoperasikan Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPSS) di Padukuhan Kebon, Tamanmartani, Kalasan, Senin (7/8/2023). TPSS ini memiliki luas kurang lebih 3000 meter persegi dengan kedalaman lubang sekitar 1,5 meter.
Baca Juga: Lurah Aktif Caturtunggal Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Tanah Kas Desa
Dari pantauan Bernas.id, TPSS di Padukuhan Kebon ini berada di tengah lahan perkebunan dan persawahan warga. Akses jalannya tidak rata berbatu-batu sejak masuk dari jalan umum yang beraspal.
Truk sampah yang akan ke TPSS harus menyisir dahulu jalanan berbatu di pinggir bantaran Sungai Opak. Yang lebih menantang, truk sampah harus menyeberang atau melintasi aliran Sungai Opak, sekitar 6-7 meter, untuk bisa sampai ke TPSS.
Untuk itu, truk sampah harus rapi dan rapat saat memuat sampahnya karena jika sampai tercecer atau menetes, air residu sampah akan bisa mengotori dan mencemari wilayah Sungai Opak. Sebab, lokasinya memang tak jauh dari Sungai Opak.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo berharap TPSS Tamanmartani mampu menampung 50 ton sampah per hari. Selain itu, TPSS bisa menampung sampah sampai TPA Regional Piyungan beroperasi normal di bulan September 2023 nanti.
“TPSS ini juga untuk menampung sementara, selama proses penyelesaian Tempat Penampungan Sampah Terpadu (TPST) Tamanmartani,” katanya.
Kustini mengatakan, seluruh kolam hingga tanggul TPSS dilapisi geomembran dan setiap sampah yang dibuang disemprot dahulu dengan ecolindi untuk mencegah bau dan lalat, kemudian ditutup dengan geomembran untuk mencegah air hujan membasahi sampah.
“Setelah 45 hari operasi, sampah akan diambil kembali untuk dibuang ke TPA atau digiling dengan tujuan memisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah organik sudah menjadi lembut dan bisa untuk pupuk sedangkan yang anorganik dibuang,” kata Kustini.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, Epiphana Kristiyani menyebut TPSS Tamanmartani dilengkapi geomembran yang bisa mempercepat pembusukan sampah organik. Nantinya, sampah anorganik di TPSS Tamanmartani akan dipindahkan TPA Regional Piyungan jika sudah beroperasi kembali.
Lanjut tambahnya, untuk sampah organik, akan dibiarkan membusuk menjadi kompos. “Kalau masyarakat mengambil dipersilakan karena bisa menjadi media untuk menanam,” kata Epiphana.
Baca Juga: Satpol PP DIY Segel Perumahan Tak Berizin Di Maguwoharjo
Ia mengatakan, pada Desember 2022, jumlah sampah di Sleman yang disetorkan ke TPA Regional Piyungan mencapai 322 ton per hari. Namun, Juni 2023, jumlah sampah dari Sleman yang dibuang ke TPA Regional Piyungan sebanyak 254 ton per hari.
“Kita sudah berusaha menurunkan sampah, tetapi memang belum optimal,” tuturnya.
Epiphana mengatakan, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tamanmartani seluas sekitar 1,1 hektar ditarget beroperasi pada bulan Januari 2024. Kapasita jumlah sampah yang bisa dikelola mencapai 80-90 ton per hari.
Ia menyebut TPST Tamanmartani akan dilengkapi teknologi pengolahan sampah sehingga sampah yang masuk akan langsung diolah untuk mencegah penumpukan sampah. (jat)
