YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Kota Yogyakarta, bagi warga Bengkulu, terlebih bagi pelajar dan mahasiswa merupakan kota tujuan utama bagi mereka yang ingin meneruskan pendidikan, baik SMA maupun berkuliah.
Hal itu disampaikan langsung oleh Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah saat meresmikan Gedung Penghubung Provinsi Bengkulu sebagai gerai promosi dan informasi daerah yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (16/12/2023) di kawasan Celeban Baru, Umbulharjo, Yogyakarta.
“Untuk itu diperlukan sebuah gedung yang representatif sebagai pusat informasi dan promosi, dan memiliki fungsi-fungsi sosial lainnya,” ujar Rohidin Mersyah.
Baca Juga : Mahasiswa UMY Berperan Penting dalam Pembuatan Film Djuanda
Rohidin mengakui, rencana pengadaan gedung penghubung ini sudah direncanakan sejak tahun 1990, mulai dari awalnya menyewa hingga akhirnya menjadikan milik permanen.
“Kami berharap dapat dukungan juga dari pemerintah setempat, sebagaimana kami mendukung warga Yogyakarta yang berada di Bengkulu, sehingga kita menjadi keluarga besar,” terangnya.
Dia juga berpesan kepada adik-adik yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta, untuk terus menjadi bagian dari masyarakat Yogyakarta yang istimewa.
“Dengan menjaga kearifan lokalnya, jaga kearifan budayanya, tata kultur, dan tata kramanya. Belajarlah tidak hanya di kampus tapi juga ditingkat sosial masyarakat,” katanya.
Sehingga, sambung Rohidin, ini bisa menjadi representasi kegiatan pemerintahan dan sosial bagi warga Bengkulu yang ada di Yogyakarta.
Sementara itu, Sekda DIY, Beny Suharsono menyambut baik dengan adanya gedung penghubung Provinsi Bengkulu di Yogyakarta.
“Ini bisa menjadi tempat berinteraksi secara sosial maupun pemerintahan, selain sebagai tempat tinggal,” ucapnya.
Ia juga menandaskan, bahwa warga Bengkulu yang berada di Yogyakarta tidaklah perlu menjadi orang Yogyakarta ataupun orang Jawa, tetaplah menjadi orang Bengkulu yang memahami budaya Yogyakarta.
Ketua Umum Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Provinsi Bengkulu Yogyakarta (IKPMPB-Y), Fhareza Alvindo menyampaikan, gedung ini bisa dipergunakan sebagai gerai promosi daerah dan tempat beraktivitas warga Bengkulu yang berada di Yogyakarta.
Baca Juga : Mahasiswa Ubah Bangunan Terbengkelai Jadi Omah Anyam
“Misal membuat sanggar tari, disini tempat latihan teman-teman tari,” ujarnya.
Fhareza menambahkan, setiap tahun diselenggarakan event dari Dinas Kebudayaan DIY, sanggar tari dari warga Bengkulu selalu ikut serta berpartisipasi.
“Kemudian, kita Mahasiswa siap berkontribusi bersama masyarakat disini (Yogyakarta) juga, kami berkolaborasi bersama,” pungkasnya. (cdr)
