JEMBER, BERNAS.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto ajak TP PKK untuk ikut menyukseskan Sub PIN Polio 2024 di Kabupaten Jember, yang memiliki jumlah penduduk terbesar ke-3 di Provinsi Jawa Timur.
Ajakan itu dengan mengundang istri-istri kepala desa, lurah, camat, yang notabene adalah ketua TP PKK di lingkupnya masing-masing dalam rakor (rapat kordinasi) Sub PIN Polio 2024.
Selain Ketua dan Wakil TP PKK Kabupaten Jember, Bupati Hendy juga menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pedesaaan dan Pemberdayaan Masyarakat.
Acara rakor dilaksanakan di lantai 1 Gedung Jember Nusantara, Minggu, (14/1/2024).
Baca Juga : Jalan Aspal Menuju Pantai Wisata Bandealit Di Jember Segera Dikerjakan Awal Tahun 2024 Ini
Sesuai agenda Kementerian Kesehatan RI, Sub Pekan Imunisasi Nasional Polio (Sub PIN Polio) 2024 akan dilaksanakan serentak, putaran pertama mulai senin tanggal 15 hingga 21 Januari 2024 dan putaran kedua tanggal 19 sampai 25 Februari 2024.
Hendy Siswanto mengatakan kepada awak media bahwa untuk suksesnya Sub PIN Polio tahun 2024 ini ia mengajak PKK.
“Imunisasi polio ini hanya seminggu saja. Kalau hanya dinkes saja berat karena anak-anaknya banyak dan wilayahnya luas. Kita kolaborasi, kita minta bantuan ibu-ibu PKK,” ucap bupati.
Sasaran imunisasi dalam Sub PIN Polio ini adalah anak usia 0 sampai 7 tahun. Strategi yang akan dipakai yaitu dengan mendatangi sekolah tingkat RA, Taman Kanak-Kanak, hingga SD.
“Sedangkan anak yang belum sekolah inilah yang akan didatangi oleh petugas Kesehatan bersama ibu-ibu PKK,” papar bupati.
Bupati juga mengajak TP PKK dalam Sub PIN Polio 2024 itu karena jumlah sasarannya di Kabupaten Jember ratusan ribu anak.
Sebelumnya, salah satu Kabid Dinkes Kabupaten Jember, dr Rita Wahyuningsih, memaparkan layar belakang Sub PIN Polio 2024.
Baca Juga : Bupati Sleman Tinjau Lokasi Kejadian Angin Kencang
Pada Tahun 2023 ditemukan kasus polio di daerah Provinsi Aceh dan Jawa Barat. Lalu di bulan Desember juga ditemukan kasus polio di Sampang dan Pamekasan, Provinsi Jawa Timur.
Pada awal Januari 2024 ditemukan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Padahal sejak Tahun 2014 Indonesia dinyatakan bebas polio. Maka atas kejadian tersebut ketiga Provinsi, Jateng, Jatim, dan DIY dinyatakan dalam keadaan KLB (Kejadian Luar Biasa).
Kenapa di Indonesia kembali muncul kasus polio? Rita menyampaikan bahwa pada saat pandemi covid-19 imunisasi polio lengkap tidak maksimal.
Riwayat mereka yang terjangkit virus polio varian baru yaitu polio liar, tidak menerima imunisasi lengkap. Penyebarannya dibawa virus yang melalui oral dimana virus keluar lewat tinja.
Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Kasih Fajarini menuturkan, kegiatan membantu imunisasi polio dikerjakan oleh Pokja 4 PKK Kabupaten Jember. Tim PKK akan memandu tim dari kader posyandu dan tenaga kesehatan mendatangi anak-anak yang belum sekolah di rumah kediamannya.
Setelah program Sub PIN Polio 2024, Kasih Fajarini menginstruksikan, “Saya wajibkan bu kades turun ke masyarakat minimal 1 kali seminggu.”
“Dengan maksud agar Bu Kades menyapa masyarakatnya sehingga tahu persis masalah di bawah. Juga dapat menggali potensi di desanya,” pungkasnya. (sgt)
