YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Tim Program Pengabdian Masyarakat (PPM) Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang diketuai Endah Saptutyningsih dan beranggotakan Romi Bhakti Hartarto dosen Program Studi Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Berli Paripurna Kamiel, dosen Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta telah melakukan pelatihan pembuatan ecoprint dengan menggunakan teknik pounding untuk meningkatkan kapasitas kelompok mitra.
Adapun kelompok mitra yang menjadi sasaran PPM Internasional ini adalah PPR Kerinchi, Malaysia yang merupakan kelompok masyarakat miskin penerima bantuan dari pemerintah Malaysia. PPR Kerinchi ini mendapatkan pembinaan dari Ungku Aziz Centre for development studies Universiti Malaya, Malaysia.
“Dengan meningkatnya keterampilan anggota PPR Kerinchi ini dapat meningkatkan kegiatan ekonomi di wilayahnya. Secara tidak langsung kegiatan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya anggota PPR Kerinchi dengan menjual hasil ecoprintnya di masyarakat luas,” ujar Endah di Yogyakarta, Sabtu (20/1/2024).
Baca Juga : Rektor UIN Kalijaga Ajak Alumni Gigih Meraih Sukses
Endah mengatakan, PPM internasional ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan anggota kelompok PPR Kerinchi, Malaysia dengan memanfaatkan potensi alami di daerah sekitarnya.
Ia menambahkan, berbasis kearifan lokal, salah satu pemanfaatan potensi alam diupayakan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Dengan menggunakan teknik pounding yang cukup mudah untuk dipelajari, pembuatan ecoprint dapat membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Selain itu, memberikan ide-ide inovatif untuk usaha baru dan peluang kerja,” kata Endah.
Masyarakat saat ini belum memanfaatkan potensi alam di sekitarnya dan masih kurangnya keterampilan dalam mengelola potensi yang ada. Hal ini mendorong Tim UMY untuk melakukan kegiatan PPM Internasional ini.
Kelompok Masyarakat juga diharapkan tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah saja untuk menghidupi keluarganya, tetapi juga dapat menerapkan ketrampilan yang dimilikinya untuk menghasilkan produk ecoprint yang layak dan bernilai jual tinggi untuk menyokong kondisi ekonomi keluarga mereka.
“Harapannya kegiatan ini dapat menjadi acuan bagi kelompok masyarakat lain dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan potensi daerahnya sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Endah. (cdr)
