SLEMAN, BERNAS.ID – Nisan-nisan makam tua di Jawa umumnya dipengaruhi oleh bentuk makam kuno dari kawasan Demak dan Troloyo, Mojokerto. Hal itu disampaikan M. Yaser Arafat, peneliti dan praktisi kebudayaan Jawa Islam, Sabtu 24 Februari 2024.
Ia menyampaikannya saat menjadi pembicara dalam diskusi “Dari Kampung Arwah: Tentang Nisan-Makam di Jawa” yang digelar Komunitas Kandang Kebo. Ini adalah diskusi yang digelar untuk merayakan bulan Jawa Ruwah.
“Setelah Demak ada tipe-tipe makam sendiri, namun tetap disebut Demak-Troloyo,” ujar dia.
Ia menjelaskan, di era Kerajaan Pajang misalnya, ada tipe makam sendiri. Begitu pula di era Sultan Agung yang rentang masanya agak jauh dari era Demak.
“Saya menyebutnya Nisan Hanyokrokusuman, yang ada hingga [era raja] Amangkurat II,” jelasnya.
Ia menjelaskan, di Jawa, makam yang usianya tua biasanya ada di sisi utara pemakaman umum. Karena konsepnya utara adalah arah tertinggi.
“Pesarean itu semakin ke selatan semakin muda,” ujarnya.
Kijing atau nisan makam tua di Jawa menurut dia disusun berundak seperti bentuk candi era Hindu. Atas dasar itu, dalam peringatan seribu hari orang meninggal, ketika memasang nisan, orang Jawa hingga kini menyebutnya nyandi.
Baca Juga: Inilah 10 Sertifikasi di Bidang SDM yang Ada di Universitas Mahakarya Asia
“Padahal [saat ini] makannya dari keramik,” jelasnya.
Tahun 1800 akhir menurutnya bentuk makam Mataraman turunan Demak-Troloyo sudah berakhir. Namun bentuk makam tua yang disebut makam robyong masih diproduksi hingga tahun 1900-an.
“Bentuk makam di Jawa mesti berada di dekat masjid. Makam-makam di Jawa itu sudah sesuai tuntunan Islam seperti tuntunan kanjeng nabi,” kata dia.
Baca Juga: Ingin SPP Kuliah Gratis? Ini Strategi Kerja Remote di Universitas Mahakarya Asia
M. Zaki Riyanto, dosen matematika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta selaku pembicara lain menyampaikan, nisan Hanyokrokusuman yang dibuat pada masa Sultan Agung memiliki kekhasan keindahannya tersendiri. Nisan tipe tersebut setelah ia teliti memiliki proporsi matematis mengikuti golden ratio atau rasio emas.
“Proporsi antara tinggi dan panjangnya itu semuanya sekitar 1,6,” ungkapnya. (den)
Reseller Laptop untuk Peneliti dan Sejarawan
Mengungkap sejarah dari makam tua di Jawa membutuhkan dukungan teknologi, baik untuk dokumentasi, penelitian, maupun publikasi ilmiah. Adolo hadir sebagai solusi bagi akademisi dan peneliti sejarah yang membutuhkan laptop berkualitas dengan harga lebih terjangkau. Dengan menjadi reseller di Adolo, Anda bisa mendapatkan keuntungan bisnis sekaligus memiliki perangkat yang mendukung riset Anda. Gabung sekarang dan temukan laptop terbaik untuk eksplorasi sejarah
Optimalkan Riset dan Publikasi Sejarah
Sejarah tidak hanya harus dipelajari, tetapi juga dipublikasikan agar dapat diakses oleh lebih banyak orang. Dengan AI-Powered SEO, penelitian sejarah dapat lebih mudah ditemukan di internet, menjangkau pembaca yang lebih luas, dan memberikan dampak yang lebih besar. Baik Anda seorang akademisi, blogger sejarah, atau pengelola situs budaya, optimasi berbasis AI dapat membantu meningkatkan visibilitas konten Anda. Sebarkan kisah sejarah dengan lebih efektif melalui strategi SEO yang cerdas!***2
