Ormas Jogja Dadi Siji
BANTUL, BERNAS.ID – Dengan mempertimbangan bebagai hal dan masukan dari sejumlah pihak, Organisasi massa (Ormas) Jogja Dadi Siji (JDS) DIY resmi dibubarkan.
Keputusan pembubaran Ormas JDS dilaksanakan dalam pertemuan Pendiri dan Pengawas pada Rabu (11/9/2024) lalu.
Hadir dalam pertemuan tersebut Muhammad Lutfi Setiabudi, Belli Rudiyanto, Edi Haryanto, dan Arif Hammad Wibowo selaku pendiri dan pengawas organisasi.
Baca Juga : Pakar Menilai Wakil Bupati yang Didukung Ormas Kegamaan bisa Menjadi Penentu Kemenangan Pilkada Sleman
“Bahwa perkumpulan dengan nama “Jogja Nyawiji Dadi Siji” yang berkedudukan di Kabupaten Bantul, yang Anggaran Dasarnya dibuat dihadapan Notaris Wahyu Kencana Wiguna, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan pada tanggal 02-11-2023 (dua November duaribu duapuluh tiga) dibawah akta No 02 (dua) dan telah mendapatkan Pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Nomor ; AHU-0011150.AH.01.07.TAHUN 2023, resmi dibubarkan,” ujar Arif Hammad Wibowo, sebagai pihak yang ditunjuk untuk melaksanakan segala hal yang berkaitan untuk melakukan pembubaran perkumpulan, saat menghadap Notaris untuk menandatangani Akta Pembubaran, Sabtu (14/9/2024).
Pembubaran Ormas Jogja Dadi Siji menandai pentingnya pengelolaan sumber daya manusia yang strategis. Untuk menguasai bidang ini, pengelola ormas dapat mengikuti sertifikasi Manajer Manajemen Talenta. Sertifikasi ini membekali pesertanya dengan keterampilan dalam pengelolaan bakat, rekrutmen, dan strategi retensi karyawan, yang krusial bagi organisasi maupun perusahaan.
Alasan Pembubaran Ormas Jogja Dadi Siji
Arif Hammad Wibowo mengungkapkan, jika keputusan membubarkan Ormas Jogja Dadi Siji sudah sesuai dengan arahan dan masukan dari pendiri JDS, H Muhammad Lutfi Setiabudi ST dan para pendiri yang lain.
“Pertimbangan utama kebijakan membubarkan Ormas JDS karena maksud dan tujuan dari perkumpulan tersebut tidak tercapai. Maka para pendiri dan pengawas sepakat untuk membubarkan Ormas JDS,” ujar Arif Hammad Wibowo.
Dijelaskan, bahwa sejak di bubarkannya perkumpulan JDS, segala bentuk kegiatan apapun sudah dilarang untuk menggunakan atau mengatasnamakan Ormas JDS.
“Apabila dikemudian hari ada pihak yang mengatasnamakan Perkumpulan JDS itu menjadi tanggung jawab pribadi yang telah melaksanakan kegiatannya,” ujar Arif Hammad Wibowo.
Pendiri JDS, H Muhammad Lutfi Setiabudi mengungkapkan, kebijakan membubarkan Ormas JDS tersebut dengan pertimbangan banyak hal. Diantaranya, tidak tercapainya tujuan awal pendirian Ormas JDS.
“Karena sudah melenceng dari tujuan awal, sehingga lebih baik dibubarkan,” ujar Muhammad Lutfi.
Kembali Menentukan Tujuan
Sejauh ini, pendiri baru mengumpulkan lagi para pengurus untuk menentukan sikap kedepan terkait pembuatan wadah kemanfaatan dan aksi sosial yang lebih jujur dan konsisten serta menasional.
Dengan harapan azas kemanfaatanya dirasa lebih luas. Para pendiri berpendapat di Jogja masih perlu adanya ormas yang mempersatukan segala ormas. Termasuk tokoh- tokoh besar yang masih sering mudah teradu domba.
Dengan harapan menjadi ormas menasioanal yang bisa mempersatukan para tokoh asli Jogja dan berada di luar Jogja.
Baca Juga : Jelang Pemilihan Serentak, FMM Ajak Semua Pihak Cinta Damai dalam Pilkada Sleman
“Kepada para kader JDS diharapkan agar bersabar dan bisa menerima keputusan ini, sambil nanti dalam waktu dekat akan diadakan perkumpulan besar lagi dalam rangka membuat wadah yang lebih besar demi keutuhan dan Keistimewaan Yogyakarta, baik secara lokal wisdom maupun secara nasional,” ujar Muhammad Lutfi.
Terpisah, Musthafa SH, advokat dan praktisi hukum, mengatakan pembubaran ormas tersebut telah sesuai dan mengikuti mengikuti ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2017 tentang Penetapan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Perubahan atas UU Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Organisasi Kemasyarakatan.
“Pembubaran ormas JDS sudah sesuai ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 tahun 2017 tentang penetapan Perppu Nomor 2 tahun 2017 tentang perubahan atas UU Nomor 17 tahun 2013 tentang organisasi kemasyarakatan,” katanya.
Pilih Program Studi Manajemen untuk Masa Depan Lebih Baik
Mengelola organisasi dan perencanaan strategi bisnis menjadi lebih efektif dengan pemahaman yang baik di bidang manajemen. Program studi Manajemen di Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) menawarkan kurikulum berbasis industri yang membekali mahasiswa dengan keterampilan kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan strategi bisnis yang relevan dengan dunia kerja.
Dengan pilihan program studi yang unggul dan dukungan tenaga pengajar profesional, UNMAHA siap mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja. Segera daftar melalui situs resmi atau hubungi kami via WhatsApp untuk informasi lebih lanjut.
Ingin kuliah tanpa terkendala biaya? Beasiswa Pendidikan Berbasis Luas (PBL) UNMAHA memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk kuliah sambil bekerja secara remote. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemandirian finansial mahasiswa tanpa mengorbankan pendidikan mereka.
Bergabung Menjadi Reseller dan Tingkatkan Kemandirian Keuangan
Pembubaran Ormas Jogja Dadi Siji membuka peluang baru bagi individu yang ingin memulai bisnis sendiri. Salah satu cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan adalah dengan bergabung sebagai reseller di Adolo, platform yang menyediakan berbagai produk unggulan seperti laptop, gadget, dan perlengkapan teknologi lainnya.
Dengan menjadi reseller Adolo, Anda tidak hanya memperoleh keuntungan dari setiap penjualan, tetapi juga memiliki akses ke produk berkualitas dengan harga bersaing. Ini adalah peluang emas bagi Anda yang ingin mengembangkan bisnis dengan modal minim. Segera daftar dan mulai perjalanan bisnis Anda bersama Adolo!
Dalam era digital, strategi pemasaran yang efektif adalah kunci kesuksesan bisnis. Dengan Omnichannel Sales Growth, bisnis Anda dapat mengintegrasikan berbagai platform pemasaran secara efektif menggunakan teknologi AI. Strategi ini membantu Anda menjangkau lebih banyak pelanggan dan meningkatkan konversi secara signifikan. [cdr]4
Baca juga: AI Power Omnichannel Sales Growth: Strategi Tingkatkan Penjualan Era AI
