SLEMAN, BERNAS.ID- Kabupaten Sleman menyerahkan Bantuan Sosial APBD Kabupaten Sleman sebagai bentuk kehadiran Pemerintah dalam memotivasi kalangan muda untuk berdaya secara ekonomi. Bantuan ini menjadi kebijakan untuk mengalokasikan program-program pemberdayaan masyarakat kurang mampu secara berkelanjutan sesuai kebutuhannya.
Kepala Dinas Sosial Sleman, Mustadi menuturkan, bantuan yang diberikan berupa Bantuan Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) dan Bantuan Pejuang Ekonomi Muda Sleman (PEDAS). Bantuan PRSE terbagi menjadi 2 yaitu Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Bantuan Pengembangan Usaha Simpan Pinjam.
Untuk UEP dibagikan kepada 4 kalurahan yaitu Kalurahan Umbulharjo yang berada di Kapanewon Cangkringan, Sumberrejo di Prambanan, Margorejo di Tempel, dan Sidomulyo di Godean.
Masing-masing kalurahan diberikan kepada 20 orang PRSE dengan besar bantuan @ Rp 2.000.000,-, sehingga 1 kalurahan menerima Rp 40.000.000,-. Dengan demikian total keseluruhan 80 orang dengan nominal Rp 160.000.000,-.
“Tujuan bantuan ini untuk memberikan bantuan pemberdayaan bagi para perempuan pencari nafkah utama keluarga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, ditengah stereotype masyarakat terhadap perempuan bertatus janda yang cenderung negatif, agar mampu menjaga harkat dan martabatnya sebagai perempuan,” terangnya di Pendopo Parasamya, Sekretariat Daerah Sleman, Rabu (18/9).
Untuk bantuan Pengembangan Usaha Simpan Pinjam bagi Perempuan Rawan Sosial Ekonomi Diberikan kepada 15 Kelompok PRSE existing (yang sudah terbentuk pada tahun tahun sebelumnya) dengan nominal @ Rp 6.000.000,- sehingga total bantuan sebesar Rp 90.000.000,-
Penerima bantuan simpan pinjam PRSE ada 15 kelompok yaitu Kelompok Madu Puspa Indah (Madurejo, Prambanan), Sejahtera Mandiri (Sendangrejo, Minggir), Pondok Makmur (Pondokrejo, Minggir), Cahaya Agung Lestari (Margoagung, Seyegan), Boko Ayu Mandiri (Bokoharjo, Prambanan), Dahlia (Caturharjo, Sleman), Melati (Sidoagung, Godean), Sukuharjo Mandiri (Sukoharjo, Ngaglik), Selo Berkah (Selomartani, Kalasan), Mino Makmur (Minomartani, Ngaglik), Duku (Sumberadi, Mlati), Berkah Mulyo (Margomulyo, Seyegan), Srikandi (Margokaton, Seyegan), Banowati (Triharjo, Sleman), dan Luwih Mandiri (Margoluwih, Seyegan).
“Tujuan Program ini adalah memberikan dukungan dana simpan pinjam di tingkat kelompok yang menjadi dana darurat ataupun dana pengembangan jika sewaktu waktu anggota kelompok PRSE membutuhkan, sehingga tidak jatuh dalan jeratan rentenir maupun pinjaman online,” tambah Mustadi.
Lebih lanjut, Mustadi menambahkan bahwa untuk bantuan PEDAS adalah antuan yang diberikan kepada anak muda sleman dari keluarga miskin / rentan miskin dengan usia 18-30 tahun yang memiliki usaha. Diberikan kepada 50 orang dengan besar bantuan @ Rp 3.000.000,- sehingga total bantuan Rp 150.000.000,-.
“Rencananya, jika dalam 3 tahun usahanya eksisting dan berkembang, maka akan diberikan bantuan lanjutan/bantuan pengembangan,” ujar Mustadi.
Mustadi menyebut bantuan ditujukan untuk memupus mata rantai kemiskinan, dimana masyarakat miskin cenderung mengalami kekurangan sumber daya untuk membuka/mengembangkan usaha. Selain itu tidak semua anak muda dari keluarga miskin/rentan miskin mau dan atau mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang lanjut sehingga berwirausaha adalah salah satu pilihan terbaik. (jat)
