BERNAS.ID – Spina bifida, suatu penyakit yang mungkin jarang didengar orang. Secara sederhana, penyakit Spina Bifida adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh kegagalan pembentukan pelindung (tabung) saraf saat janin masih dalam kandungan ibunya.
Derajat penyakit ini bermacam-macam dengan berbagai macam komplikasi yang bisa terjadi. Umumnya ditandai dengan benjolan pada tulang belakang.
Baca Juga : IMUNOTERAPI: Sang Pemberi Harapan nan Revolusioner untuk Penderita Kanker dan Penyakit Autoimun
Karena berhubungan dengan persyarafan, maka komplikasi bisa terjadi tergantung derajatnya. Pasien bisa lumpuh dengan berbagai derajad lumpuh. Pasien juga berisiko mengalami infeksi kandung kemih hingga infeksi ginjal yang berulang karena koordinasi otot-otot di saluran kemih terganggu.
Bisa terjadi refluks (membalik aliran) air seni. Artinya, saat pasien kencing, selain air keluar lewat saluran kemih (urethra), ada sebagian air seni yang naik ke atas ke ginjal via ureter. Kalau ini dibiarkan terus, bukan tidak mungkin pasien akan mengalami gagal ginjal.
Baca Juga : Antisipasi Penyakit Japanese Enchepalitis (JE), Pemkot Jogja Persiapkan Imunisasi Gratis
Di bagian lain, jika tabung sarafnya menonjol keluar (pada derajat ringan, tidak ada penonjolan), harus dioperasi. Namun proses operasi penutupan tabung saraf ini tidak serta merta memperbaiki komplikasi yang terjadi (lumpuh, refluks air seni, dll). Ini adalah hal yang berbeda.
Penyebab utama penyakit kongenital (bawaan lahir) ini adalah karena saat hamil, sang ibu kekurangan zat asam folat. Oleh karena itu sangat dianjurkan ibu hamil untuk selalu rutin mengontrol kehamilannya.
(Dr. Erik Tapan, MHA
Penulis buku Penyakit Ginjal Kronis dan Hemodialisis)
