YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Tanggal 7 November ditetapkan sebagai Hari Wayang Sedunia oleh UNESCO. Peluncuran buku Menteri Kebudayaan Dr H Fadli Zon SS M.Sc. “Pesona Wayang Indonesia” setebal 600 halaman salah satu agenda peringatan. Sementara Daerah Istimewa Yogyakarta yang dikenal surganya seniman dan akademisi, memeriahkan dengan sarasehan. Keluarga besar Ki Narto Sabdo dan para seniman Aktor Kebudayaan DIY, tak ketinggalan akademisi diskusi mulai pukul 19.30 wib hingga tengah malam.
Gusti Bendoro Pangeran Haryo Yudhaningrat memberikan sambutan hangat dan mendoakan almarhum Ki Narto Sabdo ” Pahlawan Kebudayaan”. Ki Narto Sabdo, dalang sekaligus musisi seni adiluhung terkemuka menyuarakan nilai luhur bangsa. “Mulai dari kepemimpinan Bung Karno hingga Pak Harto, selalu berperan” komentar Sigit Sugito.
” Apresiasi karya beliau menyuarakan kisah seperti, ungkapan rasa cinta tanah air dalam tembang Ketawang Ibu Pertiwi, gambang suling, ketahanan pangan, nguri-nguri budaya jawa, anak tak terdidik menjadi beban negara, budaya timur andil besar melengkapi kearifan dunia, ada lagi tembang beliau yang isinya berpihak pada produk sendiri membuat ekonomi berkembang, gotong royong, jangan kisruh, siar sholat, bangun pagi. Almarhum perhitungkan dari segi logika, etis, estetika, dan filosofisnya ” jelas Dr Purwadi SS M.Hum.
Prof Kasidi Hadi Prayitno (dosen Fakultas Seni Pertunjukan ISI, dosen luar biasa Sastra daerah Fakultas Ilmu Budaya UGM, peneliti, juga piawai sebagai dalang wayang Kulit) semangat menceritakan tentang pengalaman beliau dan ayahnya dalang Ki TimbulHadiprayitno belajar pada Ki Narto Sabdo. ” Bahkan Gundul-gundul pacul dan Turi Turi Putih jadi enak dan populer digubah oleh Mbah Narto !” kelakarnya.
Muchus Budi Rahayu, jurnalis handal Surakarta melihat sosok pahlawan budaya dengan kacamata berbeda. Menyoroti dampak sosial budaya dari karya-karya almarhum dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap seni tradisional.
Romansa tetap berpendar dari kisah-kisah tradisi. Di Ndalem Yudonegaran, generasi muda dan tua terpikat oleh alunan mendalam kisah sosok dan warisan Ki Narto Sabdo oleh pakar-pakar. Kehormatan besar dapat mengenang beliau bersama-sama dengan Ibu Angela Stefany cucu almarhum. ” Kesimpulan yang didapat Ki Narto Sabdo layak menjadi Pahlawan Nasional ” ungkap Devi. (DEV)
