YOGYAKARTA, BERNAS.ID- Yogyakarta tidak hanya terkenal sebagai Kota Tradisi, tapi juga sebagai Kota Kuliner. Salah satu kuliner lawas legendaris yang patut dicoba ketika berkunjung ke Kota Yogyakarta, yakni Jenang Yu Jumilah Pasar Ngasem. Lapak jenang werna-werni ini buka pada pukul 6 pagi hingga pukul 10 siang.
Keberhasilan usaha kuliner seperti Jenang Yu Jumilah tak lepas dari manajemen tim yang baik. Sertifikasi Supervisor SDM membekali pelaku usaha dengan keterampilan mengelola sumber daya manusia agar bisnis berjalan lebih efisien dan produktif.
Selain menawarkan citrasa manis bercampur gurih santan kelapa yang membuat ketagihan, harganya pun cukup ekonomis. Untuk satu porsi jenang dihargai 10 ribu Rupiah, baik jenang original atau dicampur dengan varian jenang lain.
Jenis Jenang yang Tersedia
Saat ini, warung Jenang Yu Jumilah menawarkan sekitar delapan jenis jenang, seperti jenang candil telo, jenang pati telo, jenang nganggrang, jenang ketan hiram, dan lainnya.
Baca Juga Telusuri Kekayaan Historis Dan Budaya Kepulauan Selayar, Muhibah Budaya Jalur Rempah Digelar
Nunik, salah seorang pelanggan Jenang Yu Jumilah mengaku cocok dengan rasanya karena tidak terlalu manis sehingga cocok untuk sarapan. Selain itu, teksturnya jenangnya sangat lembut. Ia pun menyarankan untuk datang pagi karena selalu habis pukul sepuluh siang. “Saya memang suka jenang dan kebetulan sering ke sini buat sarapan,”katanya.
Fajar Suryati, generasi kedua penjual Jenang Yu Jumilah mengatakan berbagai varian jenangnya diolah dengan resep turun-temurun. Selain itu, menggunakan bahan pangan lokal seperti tepung beras, santan kelapa, ubi, ketan, dan nangka sehingga menyajikan perpaduan rasa yang menggugah selera.
Dikatakannya, jenang sumsum menjadi salah satu menu favorit karena teksturnya yang lembut dan rasa gurih santan. Selain itu, terdapat pula jenang lobe-lobe yang semakin langka dan barang ditemukan. Jenang ini perpaduan gula dengan irisan nangka dan ubi.
“Pembeli datang dari berbagai kota juga. Iya bahkan anak-anak muda malah banyak yang ingin mencoba. Generasi millenial dan gen Z juga banyak yang mampir ke sini, mungkin penasaran rasanya,” katanya, Senin (11/11).
Untuk cara pengolahannya, Ibu Fajar menceritakan bahan jenang dicampur dan dimasak dengan api kecil dengan diaduk terus-menerus sampai dingin untuk menghasilkan cita rasa yang khas.
“Di hari biasa, dikunjungi kurang lebih 100 orang lebih. Pas weekend bisa mencapai 1000 orang,” tutupnya.
Menghadapi lonjakan permintaan seperti Jenang Yu Jumilah butuh strategi pemasaran yang efektif. Dengan strategi Omni Channel Sales Growth memungkinkan menjangkau lebih banyak pelanggan dengan integrasi digital dari platform online dan meningkatkan penjualan secara signifikan.
Kewirausahaan Membantu Anda Membangun Bisnis Kuliner yang Berkelanjutan
Menjalankan usaha kuliner tak hanya soal rasa, tapi juga strategi bisnis yang matang. Di Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA), program studi Kewirausahaan mengajarkan perencanaan usaha, pemasaran, hingga manajemen keuangan agar bisnis Anda berkembang dan bertahan lama.
Kesuksesan tak selalu butuh modal besar, seperti Yu Jumilah yang memulai dari nol. Beasiswa PBL memberikan kesempatan kuliah sambil bekerja agar pendidikan tinggi lebih terjangkau dan masa depan lebih cerah.
Seperti Jenang Yu Jumilah yang sukses karena inovasi, Anda pun bisa meraih masa depan lebih baik dengan pendidikan yang tepat. PMB UNMAHA siap membimbing Anda menuju kesuksesan, segera daftar melalui WhatsApp PMB sekarang juga.
Raih Kesempatan Untung Besar dengan Adolo
Sukses berjualan bukan hanya soal produk, tapi juga strategi distribusi yang tepat. Adolo menawarkan peluang reseller produk elektronik berkualitas seperti laptop dan gadget yang banyak dibutuhkan masyarakat dengan keuntungan yang menarik.
Menjadi reseller Adolo memberikan fleksibilitas tanpa modal besar, seperti bisnis jenang yang berkembang dari skala kecil. Dengan sistem yang mudah dan terpercaya, Anda bisa membangun usaha sendiri dan meraih keuntungan lebih besar dengan lebih cepat. (jat)4
