BANTUL, BERNAS.ID – Universitas Alma Ata Yogyakarta melalui Program Studi S1 Farmasi mengadakan Kuliah Pakar dengan tema “Penerapan Farmasi Klinis di Malaysia: Penggunaan Telepharmacy” pada Kamis (21/11/2024).
Bertempat di Auditorium H.S. Hasyim Asy’ari, acara ini menghadirkan Dr. Kashif Ullah Khan dari Universiti Malaya sebagai pembicara utama.
Telepharmacy: Solusi Inovatif dalam Layanan Kesehatan
Telepharmacy adalah layanan farmasi jarak jauh berbasis teknologi komunikasi yang bertujuan meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi layanan kesehatan.
Baca Juga : Mengenal Teknologi Telemedicine dan Contoh Penerapannya di Indonesia
Dr. Khan menekankan manfaat telepharmacy dalam memperluas jangkauan layanan, khususnya di daerah terpencil.
“Sistem ini memungkinkan apoteker untuk melakukan penelaahan resep, pemantauan pasien, dan konseling tanpa kehadiran fisik, sehingga mengurangi tekanan pada tenaga kefarmasian,” ujar Dr. Khan.
Pandemi dan Percepatan Digitalisasi Farmasi
Pandemi COVID-19 menjadi katalisator dalam percepatan adopsi telepharmacy. Dengan meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan jarak jauh, telepharmacy terbukti efektif mengurangi risiko penularan penyakit, meningkatkan kepatuhan pasien, dan menurunkan biaya pengobatan.
Dampak Positif Telepharmacy
Menurut pemaparan Dr. Khan, penerapan telepharmacy di Malaysia telah memberikan dampak signifikan dalam sektor kesehatan.
“Pasien di wilayah sulit dijangkau dapat menerima layanan farmasi yang setara dengan pasien di kota besar. Selain itu, kesalahan penggunaan obat dapat diminimalkan berkat monitoring yang lebih terstruktur,” tutur Dr. Khan.
Tantangan dan Peluang
Meski demikian, telepharmacy tidak luput dari tantangan, seperti regulasi, kepercayaan pasien, dan keamanan data. Namun, peluang pengembangannya sangat besar, terutama dengan dukungan regulasi dan infrastruktur digital yang memadai.
Inspirasi untuk Indonesia
Acara ini juga diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa dan tenaga pendidik Indonesia untuk mengembangkan telepharmacy di Tanah Air.
Baca Juga : Kemenkumham DIY Gelar Mobile IP Clinic untuk Edukasi Perlindungan Kekayaan Intelektual
Sistem ini dinilai dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya di daerah terpencil yang menghadapi keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan.
Kuliah Pakar ini mencerminkan komitmen Universitas Alma Ata dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa dan dosen melalui pengembangan wawasan global.
Dengan penguasaan teknologi seperti telepharmacy, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat sistem kesehatan yang lebih inklusif dan modern. (*/cdr)
