JAKARTA, BERNAS.ID – Pernyataan Penasihat Ahli Kapolri, Irjen (Purn) Aryanto Sutadi, terkait kasus penembakan pemilik rental mobil dikritik Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Golkar, Rizki Faisal.
Sebelumnya, Penasihat Ahli Kapolri Irjen (Purn) Aryanto Sutadi menyatakan, tindakan bos rental Ilyas Abdurrahman (Alm), mencegat pencuri merupakan tindakan nekat.
Aryanto Sutadi mengatakan polisi yang menolak membantu juga sepertinya tak menyangka bos rental justru menghadapi pencuri tanpa pendampingan petugas.
Baca Juga : Kapolri: Kecelakaan Lalu Lintas Selama Nataru Turun 11 Persen
Tak hanya itu, Aryanto tak menyalahkan anggota polisi Polsek Cinangka yang telah menolak membantu bos rental dalam mengejar pencuri mobil.
Pernyataan penasehat Kapolri tersebut dianggap Rizki menjadi blunder yang dapat merugikan citra Kapolri Jenferal Listyo Sigit Prabowo dan Korps Bhayangkara secara keseluruhan.
Sebab, pernyataan Aryanto Sutadi tidak hanya kurang hati-hati, tetapi juga mengikis kepercayaan publik terhadap Polri. Khususnya di tengah upaya institusi tersebut untuk memperkuat program Presisi.
Sebagai penasihat Kapolri, sambungnya, pernyataan yang disampaikan seharusnya mencerminkan tanggung jawab Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
Baca Juga : Kapolri Sebut Pemberantasan Korupsi Harus Jadi Perhatian Bersama
“Polisi harus menunjukkan keberanian dan strategi dalam menghadapi situasi seperti ini, bukan memberikan kesan seolah-olah tugas itu bisa ditunda atau diabaikan,” ujar Rizki dalam keterangannya Rabu (8/1/2025).
Menurut Rizki, pernyataan seperti ini justru bisa mengikis rasa kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Ia mengingatkan bahwa penasihat Kapolri harusnya menunjukkan profesionalisme dalam setiap pernyataan publik. Seperti, ketegasan dan kesiapan dalam menjalankan tugas justru akan menjaga wibawa Kapolri dan institusi Polri.
Bila ada kekhawatiran operasional, sebaiknya dijelaskan dalam bentuk rencana mitigasi risiko.
‘Bukan melalui alasan yang dapat dipersepsikan sebagai pembenaran untuk tidak bertindak. Misalnya, menyampaikan bahwa Polri sedang menyusun strategi, efektif dalam menangani situasi ini,” sarannya.
Lebih jauh, Rizki yakin Kapolri memiliki komitmen kuat untuk menjaga wibawa institusi Polri. Karena itu, setiap pernyataan publik dari pejabat internal harus mencerminkan semangat tersebut.
“Memperkuat citra positif Polri di mata masyarakat,” tegasnya. (FIE)
