YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Festival Seni Beladiri “Heritage Theater of Palapa Samaya: Gadjah Mada’s Greatest Sin” digelar Tapak Suci Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Minggu (26/1/2025) sore.
Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta dengan bangga mempersembahkan karya anak bangsa yang menceritakan dosa terbesar Gajah Mada.
Putri Dyah Pitaloka menjadi upeti untuk Kerajaan Majapahit menyulut kemarahan Kerajaan Sunda terhadap Kerajaan Majapahit.
Pasalnya, Kerajaan Sunda dan Kerajaan Majapahit bertujuan untuk menikahkan Dyah Pitaloka dan Hayam Wuruk, tetapi pada kenyataannya Mahapatih Gajah Mada memiliki niat keji lain.
Baca Juga : Karya-Karya Monumental Cornel Simanjuntak Ditampilkan di TBY
Hal tersebut menjadi pemicu peperangan antara pasukan Sunda dan Majapahit yang berakhir tewasnya seluruh pasukan Sunda disebabkan oleh hasrat Gajah Mada untuk menyatukan Nusantara dengan menaklukkan Kerajaan Sunda.
Sebelumnya, pada 27 Agustus 2023 telah mempersembahkan Festival Seni Beladiri yang bertemakan “The Heritage Theatre of Majapahit Sadeng & Keta”.
Unik Rasyidah, M.Pd. selaku Direktur Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta mengaku festival seni beladiri ini rutin digelar setiap tahunnya.
Baca Juga : Puluhan Karya Kriya Dipamerkan di TBY, Pengunjung Bisa Menonton Secara Luring
“Acara ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya,” ujar Unik disela acara.
Dalam setiap pagelarannya, jelas Unik selalu menampilkan cerita yang berbeda-beda dalam setiap kisahnya. “Seperti kali ini mengisahkan tentang kekuasaan yang menceritakan tidaklah boleh berambisi dalam menguasai sesuatu,” katanya. (cdr)
