JAKARTA, BERNAS.ID – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lembaga Komite Sekolah Nasional (LKSN) Jakarta Selatan, Dwi Cesario FP, menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi siswa di wilayahnya.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menjalin kerja sama dengan Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) untuk memberikan kesempatan bagi siswa, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
“Kami berkolaborasi dengan banyak mitra pendidikan, salah satunya Unmaha. Banyak siswa SMA dan SMK yang ingin melanjutkan pendidikan, tapi terkendala biaya. Data menunjukkan sekitar 40% siswa di Jakarta adalah penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP), yang berarti mereka berasal dari keluarga kurang mampu,” kata Dwi Cesario.
Baca Juga : ADVAN Perkuat Komitmen dalam Pendidikan, Dukung Lulusan UNMAHA Melalui Program CSR
“Pertanyaannya, apakah mereka mampu membayar biaya kuliah tanpa beasiswa?” sambungnya.
Melalui kerja sama ini, LKSN dan UNMAHA ingin memastikan bahwa siswa-siswa di Jakarta Selatan mendapatkan informasi tentang peluang pendidikan yang tersedia. UNMAHA sendiri memiliki berbagai program yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga mendorong kewirausahaan dan bahkan membuka jalur kuliah di Jepang.
“UNMAHA punya visi mencetak pengusaha, yang sejalan dengan misi kami dalam memajukan pendidikan dan membuka peluang bagi anak-anak Jakarta Selatan. Sayangnya, masih banyak orang tua yang belum mengetahui kesempatan ini. Karena itu, tugas kami adalah menyebarkan informasi ini melalui komite sekolah agar diteruskan ke para orang tua,” lanjutnya.
Baca Juga : Beri Motivasi, Juliana Sofhia Ajak Lulusan UNMAHA Miliki Mental Pemenang
Dwi Cesario menekankan bahwa target jangka pendek dari kerja sama ini adalah meningkatkan kesadaran siswa dan orang tua tentang peluang kuliah di UNMAHA. Sementara dalam jangka panjang, ia berharap lebih banyak lulusan UNMAHA yang menjadi wirausaha dan turut berkontribusi dalam perekonomian nasional.
“Kita tidak bisa selamanya bergantung pada pemerintah. Ketika ekonomi melemah atau terjadi krisis, yang bisa bertahan adalah para entrepreneur. Mau itu UMKM atau pengusaha besar, mereka yang akan menggeliat dan menciptakan peluang. Ini yang harus kita dorong sejak dini,” tambahnya.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan semakin banyak siswa dari keluarga kurang mampu yang bisa melanjutkan pendidikan tinggi dan memiliki peluang lebih baik untuk masa depan mereka. (DID)
