JAKARTA, BERNAS.ID – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno langsung turun ke lapangan pada hari pertama kerjanya dengan meninjau pengerukan Kali Krukut di Jalan NIS, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (20/1/2025). Kedatangannya disambut antusias oleh warga sekitar.
Dalam tinjauan tersebut, Wagub Rano didampingi oleh Plt. Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, serta Wali Kota Jakarta Selatan, Munjirin. Ia menyusuri Kali Krukut untuk mengecek langsung pengerukan yang tengah dilakukan pasukan biru Dinas SDA DKI Jakarta.
Menurut Rano, pengerukan kali merupakan bagian dari program prioritas dalam 100 hari pertama kepemimpinannya bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. “Hari pertama kerja, saya langsung turun melihat beberapa titik. Sekarang di Jakarta Selatan, nanti ke Jakarta Barat untuk meninjau wilayah rawan banjir lainnya. Kita harus ada perubahan dalam antisipasi banjir, kalau tidak ya masalahnya tidak akan selesai,” ujarnya.
Baca Juga : Banjir di Jakarta, Pengamat Desak Pj Gubernur Harus Copot PLT Kadis SDA
Dalam peninjauan, Rano menemukan beberapa kendala teknis dalam pengerukan kali, terutama penyempitan lebar kali akibat penumpukan sedimen. Saat ini, lebar Kali Krukut hanya sekitar empat meter, sementara tanggulnya masih berupa tanah. Akibatnya, saat debit air meningkat, kali mudah meluap ke permukiman warga.
Selain itu, jembatan yang terlalu rendah menjadi tantangan tersendiri, karena menghambat pergerakan alat berat. “Jembatan rendah, panjang kali 700 meter tapi lebarnya sempit. Alat berat kita tidak bisa menyeberang, jadi harus mencari solusi lain,” kata Rano.
Ia juga menyoroti persoalan sosial di bantaran kali. Meski turap sudah dibangun di beberapa titik, masih ada warga yang mendirikan bangunan di atasnya, sehingga menghambat pengerjaan.
Baca Juga : Usai Dilantik, Ini Agenda Padat Pramono Anung dan Rano Karno Sebagai Pemimpin Jakarta
Menghadapi kendala tersebut, Rano menegaskan bahwa Pemprov DKI akan mencari solusi bersama perangkat daerah terkait. Salah satu langkah yang akan diambil adalah meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka mendukung program pengerukan kali sebagai upaya pengendalian banjir.
Ia juga menyinggung kemungkinan relokasi warga bantaran kali ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa) milik Pemprov DKI. “Saya tanya warga, sudah berapa tahun kena banjir? Setiap tahun. Apa mau begini terus? Mereka bilang tidak mau. Artinya, ada keinginan pindah, tinggal bagaimana kita mendukung mereka untuk kehidupan yang lebih baik,” jelasnya.
Usai dari Jakarta Selatan, Wagub Rano melanjutkan peninjauan ke Kali Mookervart di antara Jalan Rawa Buaya dan Jalan H. Dairi, Jakarta Barat. Pengerukan di kali ini sudah dimulai sejak 12 Februari 2025 dan ditargetkan selesai pada 31 Agustus 2025. Dengan panjang 1.040 meter dan lebar 30 meter, pengerukan ditargetkan mampu mengangkat 31.200 m³ sedimen.
Untuk mempercepat pekerjaan, Pemprov DKI mengerahkan empat alat berat (excavator) dan 15 dump truck. “Kami akan terus memastikan bahwa pengerukan berjalan lancar dan selesai sesuai target, agar upaya pengendalian banjir di Jakarta lebih efektif,” pungkasnya. (DID)
