JAKARTA, BERNAS.ID – Komisi VI DPR RI menggelar audiensi dengan Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) guna membahas potensi kerjasama dalam bidang pendidikan, peningkatan branding universitas, serta penguatan koneksi antara perguruan tinggi dan dunia usaha.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulistio, menekankan pentingnya corporate branding bagi UNMAHA agar semakin dikenal luas oleh masyarakat.
“Personal branding dari dosen-dosennya juga perlu diperkuat. Semakin tinggi awareness-nya, semakin banyak orang tua yang akan mempertimbangkan universitas ini untuk anak-anak mereka. Di era digital saat ini, sosial media bisa menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan branding,” ujar Adisatrya.
Rektor UNMAHA, Tri Atmodjowati, memaparkan berbagai upaya universitas dalam membantu mahasiswa yang kurang mampu, seperti beasiswa orang tua asuh, Project-Based Learning, dan program CSR dari perusahaan.
“Setiap semester, kami akan melaporkan perkembangan anak-anak yang mendapatkan beasiswa orang tua asuh. Selain itu, mahasiswa juga bisa mendapatkan beasiswa dari keterampilan mereka, seperti desain, yang hasilnya bisa digunakan untuk mendanai biaya kuliah,” kata Tri Atmodjowati.
Baca Juga : LKSN dan UNMAHA Bersinergi, Dorong Siswa Lanjut Kuliah Jadi Pengusaha
Adisatrya menambahkan bahwa Komisi VI DPR RI dapat membantu UNMAHA dalam menjalin koneksi dengan dunia usaha, termasuk melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang memiliki program vokasi dan kerjasama dengan Jepang.
“Kadin juga memiliki program pengiriman tenaga kerja ke Jepang, ini bisa menjadi keunggulan dan selling point bagi UNMAHA. Selain itu, kita bisa menjajaki kerjasama dengan BUMN dalam bentuk kuliah umum atau sharing pengalaman dari para pelaku bisnis,” ungkapnya.
Tri Atmodjowati menyambut baik peluang tersebut dan menegaskan bahwa UNMAHA siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing mahasiswa di dunia kerja.
“Dengan sinergi yang baik, kami optimis UNMAHA bisa berkembang lebih pesat, memberikan pendidikan berkualitas, serta mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja maupun wirausaha,” tutupnya.
Audiensi ini menjadi langkah awal dalam membangun kemitraan strategis antara DPR RI, UNMAHA, dan dunia usaha guna mendukung pendidikan yang lebih inklusif dan berbasis industri. (DID)
