JAKARTA, BERNAS.ID – Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nur Afni Sajim, melontarkan kritik terhadap Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dalam rapat kerja Komisi B. Salah satu sorotannya adalah keterbatasan akses bus sekolah ke permukiman padat.
“Saya dari dua tahun lalu sudah menyampaikan, saya minta bis sekolah yang bisa masuk ke gang. Karena kalau tempat tinggal saya kumis (kumuh-miskin), gangnya kecil. Akhirnya, masyarakat ekonomi menengah ke bawah tidak bisa merasakan fasilitas ini,” kata Afni dalam Rapat Kerja Komisi B, Selasa (18/3/2025).
Baca Juga : Soroti Peredaran Minyakita, Nur Afni: Di Mana Fungsi Pengawasannya?
Ia juga menyoroti masalah operasional Jak Lingko yang dinilainya ugal-ugalan dan lebih fokus mengejar target ketimbang kenyamanan penumpang. “Jak Lingko ini kadang nggak mikirin penumpang, pokoknya kejar target saja. Saya sih senang kalau yang bandel-bandel dikurangi,” ujar Anggota Fraksi Demokrat itu.
Selain itu, ia mengkritisi sistem tiket kapal yang sering kali error, menyebabkan calon penumpang kesulitan mendapatkan kepastian keberangkatan.
“Seharusnya sistem tiket terkunci otomatis ketika kapasitas sudah penuh. Tapi ini tidak. Masyarakat jadi dirugikan karena harus berebut tempat meski sudah membayar,” tegasnya.
Nur Afni juga menyinggung janji Dishub DKI untuk membangun pintu perlintasan kereta di Rawabuaya demi keselamatan warga.
Dirinya juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap sistem tiket kapal antar pulau yang kerap error, serta perlunya revitalisasi pelabuhan bagi kapal wisata pribadi. Ia juga mengapresiasi mobil derek Dishub yang sangat membantu saat banjir, namun meminta penambahannya di wilayah Jakarta Barat dan Utara.
“Jangan sampai masyarakat jadi korban hanya karena sistem yang tidak diperbaiki,” tutupnya. (DID)
