YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Ratusan anggota tergabung dalam Paguyuban Lurah Nayantaka menghadiri acara pelepasan mutasi Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan. Kapolda yang telah bertugas selama 2 tahun 5 bulan tersebut, secara resmi dimutasi menjadi Aslog Kapolri, Kamis (20 /3/2025).
Dalam acara pamitan ini, Suwondo mendapatkan kenang-kenangan berupa wayang kulit dengan karakter Semar dari Paguyuban Lurah se-DIY. Kenang-kenangan ini diserahkan langsung oleh Ketua Paguyuban Lurah Nayantaka Gandang Hardjanata.
Gandang menyebut pemberian wayang Semar ini karena sosok Semar dalam pewayangan dikenal memiliki banyak nama. Salah satu nama Semar adalah Nayantaka. Nama Nayantaka ini digunakan pula oleh paguyuban Lurah se-DIY.
“Semar ini dikenal juga dengan nama Nayantaka. Ini kami pakai sebagai simbol kami dipaguyuban Lurah. Semar itu merupakan pemomong,” ucap Gandang.
Baca Juga : Pria di Rawamangun Berani Mengaku Wakapolda untuk Memeras Sejumlah Pengusaha
“Kami menilai sosok Pak Suwondo selama menjabat sebagai Kapolda DIY ini sukses menjadi pemomong bagi kami para Lurah maupun masyarakat lainnya. Sebagai pemomong ini makanya kami memberikan Pak Suwondo wayang berkarakter Semar ini,” sambung Gandang.
Gandang mengatakan kiprah Suwondo sebagai Kapolda DIY periode 2022-2025 ini layak diacungi jempol. Selama menjabat, lanjut Gandang, Suwondo dikenal sebagai sosok yang komunikatif dan merangkul semua kalangan di DIY.
“Beliau sendiri punya program Jumat Curhat dan itu yang membuat komunikasi dengan kalurahan semakin dekat,” jelas Gandang.
Baca Juga : Kapolda Sulteng Komitmen Tertibkan Penambangan Ilegal, Tanggapi Polemik di Masyarakat
Sementara itu, Ketua Paguyuban Bodronoyo Lurah dan Pamong Kulon Progo, Danang Subiantoro, menilai sosok Suwondo sebagai sosok yang sopan. Meskipun bukan orang Jawa, sopan santun Suwondo dinilai Danang melebihi karakteristik sebagai orang Jawa.
“Pak Suwondo itu malah ngungkuli wong Jowo. Tidak menyangka kalau beliau orang Batak. Sopan santunnya luar biasa, itu yang harus kita tiru,” tutur Danang.
Sementara itu Suwondo menjabarkan selama menjabat sebagai Kapolda DIY dirinya menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat. Sebagai seorang pelayan masyarakat, lanjut Suwondo, polisi harus dekat dengan masyarakat.
“Kami dikepolisian itu pelayan masyarakat. Jadi kami harus selalu mau melayani masyarakat. Kami juga harus selalu dekat dengan masyarakat karena mereka yang akan kami layani,” tutur Suwondo. (Age)
