JAKARTA,BERNAS.ID – Anggota Komisi V DPR Irine Yusiana Roba Putri menilai, ruang publik, termasuk transportasi massal, belum sepenuhnya aman bagi perempuan dan anak-anak.
Irene sangat prihatin dan mengecam keras tindakan pelecehan yang terjadi di dalam KRL, seperti yang tengah viral di media.sosial.
“Negara wajib hadir menjamin keamanan dan kenyamanan perempuan serta anak dalam setiap aspek kehidupan, termasuk di transportasi umum,” kata Irine dalam keteranganya, Sabtu (19/4/2025).
Baca Juga :Honorer Jadi Korban Pelecehan, Setwan DPRD DKI Gencar Lakukan Pembinaan Internal
Ia menolak keras setiap bentuk narasi yang menyalahkan korban pelecehan seksual yang mayoritas dialami perempuan atas kejahatan yang mereka alami, karena alasan pakaian. Baginya, pelecehan seksual itu bukan soal pakaian.
“Itu soal pelaku yang secara sadar memilih untuk melakukan kejahatan seksual. Yang harus disorot adalah pelakunya, bukan korban. Perempuan berhak merasa aman, di mana pun dan kapan pun,” jelasnya.
Baca Juga :Komisi E Desak Disdik DKI Usut Tuntas Kasus Pelecehan Seksual di SMK PGRI 5 Kalideres
Untuk itu ia meminta jaminan keamanan bagi perempuan dan anak-anak di transportasi umum termasuk KRL. Apalagi, kata Irine, setiap harinya jutaan penumpang perempuan baik pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga ibu rumah tangga mengandalkan moda transportasi umum seperti KRL. Fasilitas transportasi umum harus jadi ruang aman bagi setiap perempuan dan anak di Indonesia.
“Tidak boleh ada satu pun perempuan yang merasa terancam hanya karena sedang dalam perjalanan. Tidak cukup hanya mengejar pelaku. Yang lebih penting adalah mencegah agar kejadian seperti ini tidak terulang. Edukasi, pengawasan, dan sistem pelaporan yang responsif harus menjadi standar dalam setiap layanan publik,” pungkasnya. (FIE)
