JAKARTA, BERNAS.ID – Menyikapi maraknya isu organisasi kemasyarakatan (ormas) yang terlibat premanisme, Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, Riano P Ahmad, menegaskan pentingnya pembinaan internal terhadap anggota ormas Betawi agar tidak terlibat dalam tindakan-tindakan menyimpang.
“Bamus Betawi sejak awal sudah melakukan pembinaan terhadap anggota-anggota ormas binaannya. Kalau ada yang melanggar, itu biasanya ulah oknum, bukan organisasinya. Tapi kalau yang melanggar adalah organisasinya secara keseluruhan, maka kami akan melakukan pembinaan tegas,” kata Riano, dalam kegiatan Forkabi di Jakarta Timur, Minggu (18/5/2025).
Baca Juga : Hari Bakti Forkabi, Abdul Ghoni: Ormas Harus Diakui dan Dimanfaatkan Negara
Riano juga mengapresiasi kegiatan sosial yang digelar Forkabi seperti layanan kesehatan dan kegiatan kemasyarakatan lainnya. Menurutnya, hal ini menunjukkan peran aktif Forkabi dalam memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Jakarta.
“Forkabi ini makin eksis karena bisa memberi manfaat. Kegiatan sosial seperti ini punya dampak besar. Ini bukti konkret bahwa ormas bisa hadir secara positif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Terkait dengan maraknya aksi tawuran di Jakarta, termasuk di wilayah Jakarta Timur, Riano mengajak seluruh pihak untuk aktif dalam upaya pencegahan. Ia menilai akar persoalan tawuran adalah kurangnya mitigasi sejak awal.
Baca Juga : Pramono-Rano Diminta Prioritaskan Kebetawian di Era Kepemimpinannya
“Kita nggak bisa menyalahkan satu-dua pihak saja. Semua harus punya kesadaran bersama, mulai dari pemerintah sampai masyarakat. Upaya yang dilakukan seperti kegiatan keagamaan itu bagus, tapi harus dijaga konsistensinya,” ucapnya.
Ia menambahkan, pendekatan yang sudah dilakukan untuk menciptakan suasana kondusif di masyarakat jangan sampai berhenti di tengah jalan. Menurutnya, program pencegahan harus berkelanjutan, bukan hanya respons sesaat.
“Biasanya setelah situasi aman, program pencegahan tidak dilanjutkan. Harusnya ada kesinambungan. Jangan seperti ‘anget-anget tahi ayam-ayam’ yang cuma sesaat. Harus terus dipelihara,” pungkasnya.
Dengan pernyataan tersebut, Riano berharap warga Betawi tidak mudah terprovokasi dan mampu menjadi teladan dalam menjaga ketertiban, khususnya di lingkungan masing-masing. (DID)
