JAKARTA, BERNAS.ID – Banjir masih melanda sejumlah wilayah Ibu Kota. Hingga Selasa pagi (8/7/2025), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 62 Rukun Tetangga (RT) masih tergenang banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 120 sentimeter.
“Genangan terjadi di Jakarta Barat 10 RT, Jakarta Selatan 20 RT, Jakarta Timur 30 RT, dan Jakarta Utara 2 RT,” ujar Kepala Satuan Pelaksana Pengelolaan Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Kristian Gottam, dalam wawancara bersama Pro1 RRI Jakarta, Selasa (8/7/2025).
Kristian menjelaskan, genangan tertinggi tercatat di Kelurahan Cililitan, Jakarta Timur, dengan ketinggian mencapai 120 sentimeter. Selain permukiman warga, sejumlah ruas jalan juga dilaporkan masih tergenang.
Baca Juga : Banjir Jakarta, 193 Warga Kampung Melayu Masih Bertahan di Pengungsian
“Ruas jalan yang masih tergenang yaitu Jalan Adikarya, Jalan Bojong Indah, dan Jalan Daan Mogot KM 11 dengan ketinggian genangan antara 20 sampai 40 cm,” katanya.
Banjir juga memaksa ratusan warga mengungsi ke sejumlah lokasi penampungan. Kristian menyebutkan, hingga pagi ini terdapat enam lokasi pengungsian aktif yang tersebar di beberapa titik, seperti Jatipadang, Pejaten Barat, Pondok Labu, dan Kedaung Kaliangke.
“Total pengungsi sebanyak 321 jiwa, tersebar di masjid dan musala yang dijadikan tempat evakuasi,” jelas Kristian.
Baca Juga : Antisipasi Banjir, Komisi A DKI Tekankan Peran Aktif Pemkot
Untuk menekan curah hujan yang berpotensi memperparah banjir, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melakukan operasi modifikasi cuaca hingga Senin malam (7/7/2025). Operasi tersebut dilakukan atas koordinasi dengan BMKG untuk menurunkan intensitas hujan di wilayah Jabodetabek.
“Modifikasi cuaca dilakukan untuk mengurangi curah hujan, dan hari ini masih menunggu arahan BMKG,” ujar Kristian.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama di kawasan rawan seperti Kelurahan Bangka dan Cililitan.
“Kami imbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan segera menghubungi call center 112 jika membutuhkan bantuan,” tutup Kristian.
Untuk informasi dan pembaruan terkini, masyarakat dapat memantau kanal resmi BPBD DKI Jakarta di media sosial atau mengakses layanan darurat 112 yang beroperasi 24 jam tanpa biaya. (DID)
