JAKARTA,BERNAS.ID – Aliansi Akademik Peduli Keadilan mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto memberikan abolisi kepada mantan Mendag Thomas Trikasih Lembong (Tom Lembong).
“Kami menghargai pemberian abolisi kepada Thomas Trikasih Lembong,” kata Prof Sulistyowati Irianto, Koordinator Aliansi Akademik Peduli Keadilan di Jakarta, Jumat, 1 Agustus 2025.
Baca Juga :Thomas Lembong Divonis 4,6 Tahun Kurungan, Ini Yang Memberatkannya
Guru besar dari Universitas Indonesia (UI) ini menyampaikan, Tom Lembong memang berhak mendapatkan abolisi atau pembebasan karena pemidanaan terhadapnya tidak lebih dari motif politik (politically motivated prosecutio)
Sebelum adanya pemberian abolisi ini, lanjut Prof Sulis, aliansi mendukung sepenuhnya pencarian keadilan bagi Tom Lembong melalui upaya banding.
Baca Juga :Prabowo Beri Abolisi dan Amnesti ke Tom Lembong dan Hasto, Pakar: Hak Konstitusional Presiden
Pembebasan terhadap Tom Lembong di tingkat banding demi terwujudnya prinsip independensi pengadilan dan demokrasi dalam negara hukum,” ujarnya.
Prof Sulis mengungkapkan, sebelum Tom Lembong mendapatkan abolisi, aliansi telah menyampaikan Amicus Curiae atau sahabat peradilan meminta Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta membebaskan Tom Lembong.
Adapun Aliansi Akademik Peduli Keadilan ini terdiri dari 107 orang akademisi mulai dari guru besar, doktor, dan magister lintas kampus serta intelektual publik.
Setidaknya ada 53 orang guru besar atau profesor lintas kampus yang menjadi anggota aliansi, di antaranya Prof. Harkristuti Harkrisnowo (Ketua Dewan Guru Besar UI), Prof. Muhammad Baiquni (Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Mohammad Mahfud MD (UII), dan Prof Laksanto Utomo (Ubhara Jaya).
Prof Sulis menyampaikan terima kasih kepada para guru besar, akademisi, dan intelektual publik yang telah bergabung dalam aliansi ini untuk memperjuangkan keadilan bagi Tom Lembong.
Kita mendapat kabar baik bahwa hari ini Pak Tom mendapatkan abolisi dan bisa berkumpul kembali bersama keluarganya,” ujar dia.
Namun demikian, lanjut Prof Sulis, naskah amicus curiae yang sudah memuat perkembangan terakhir ini (pemberian abolisi), tetap harus dinyatakan.
Tujuannya agar diketahui bahwa Pak Tom Lembong memang berhak dibebaskan atas perkara hukum yang dasar penuntutan dan pemidanaannya lebih pada motivasi politik,” katanya.
Ia menegaskan, secara hukum memang Tom Lembong harus bebas, bukan saja secara politik. Ia juga mengharapkan kepedulian komunitas intelektual, baik di kampus maupun publik akan terus hidup.
“Terus menyuarakan kebenaran dan keadilan demi tetap tegaknya negara hukum Indonesia,” katanya.
Amicus curiae dalam perkara Thomas Trikasih Lembong
1. Prof Sulistyowati Irianto (UI)
(Koordinator)
2. Prof. Harkristuti Harkrisnowo (Ketua Dewan Guru Besar UI)
3. Prof. Muhammad Baiquni (Ketua Dewan Guru Besar UGM)
4. Prof. Mohammad Mahfud MD (UII)
5. Marzuki Darusman, SH (Jaksa Agung 1999 – 2001/intelektual publik)
6. Prof. Franz Magnis Soeseno (STF Driyarkara)
7. Prof. Todung Mulya Lubis (UI/aktivis HAM)
8. Dr. Suparman Marzuki (UII/ Ketua Komisi Yudisial 2013-2015)
9. Butet Kertaredjasa (seniman/ intelektual publik)
10. Prof. Topo Santoso (UI)
11. Prof. Yetty Komalasari Dewi (UI)
12. Prof. Andri Gunawan Wibisana (UI)
13. Prof. Rosa Agustina (UI)
14. Prof. Heru Susetyo (UI)
15. Prof. Francisia Saveria Sika Seda (UI)
16. Prof. Rosali Saleh (UI)
17. Prof. Manneke Budiman (UI)
18. Prof. Indang Trihandini (UI)
19. Prof. Anton Rahardjo (UI)
20. Prof. Yaslis Ilyas (UI)
21.
Prof . Anhari Achadi (UI)
22. Prof. Endang Achadi
(UI
)
23. Prof Siti Setiati (UI)
24. Prof Akmal Taher (UI)
25. Prof. Multamia Lauder (UI)
26. Prof. Teddy Prasetyono (UI)
27. Prof. Budi Iman Santoso (UI)
28. Prof. Risqa Rina Darwita (UI)
29. Prof. Melani Budianta (UI)
30. Prof. Mayling Oey
-Gardiner (UI)
31. Prof. Riris K.Toha
-Sarumpaet (UI)
32. Prof. Daldiyono (UI)
33. Prof. Sulastri Surono (UI)
34. Prof. Martani Huseini (UI)
35. Dr. Mas Achmad Santosa (UI)
36. Dr. Suraya Afif (UI)
37. Dr. Lidwina Inge (UI)
38. Dr. Gratianus Prikasetya Putra (UI)
39. Dr. Hariyadi Wirawan (UI)
40. Dr. Lugina Setyawati (UI)
41. Dr. Theresia Dyah Wirastri (UI)
42. Dr. Iva Kasuma (UI)
43. Dr. Mia Siscawati (UI)
44. Dr. Iklilah Muzzayanah (UI)
45. Dr. Puspitasari (UI)
46. Ganjar Laksmana Bondan, S.H.,M.H (UI)
47. drg Usman Sumantri, MKM (UI)
48. Suzie Sudarman,M.A (UI)
49. Agnes Purbasari, M.A. (UI)
50. Tien Handayani, S.H., Msi (UI)
51. Tirtawening, S.H., MA (UI)
52. Yvonne Nafi, S.H, Msi (UI)
53. Prof. Masduki (UII)
54. Prof. Pujiyono (UNDIP)
55. Prof. Wahyudi Kumorotomo (UGM)
56. Prof Marcus Priyo Gunarto (UGM)
57. Prof. Nindyo Pramono (UGM)
58. Prof. Maria SW Soemardjono (UGM)
59. Prof. P.M. Laksono (UGM)
60. Dr. Zainal Arifin Mochtar (UGM)
61. Dr. Media Wahyudi Askar (UGM)
62. Dr. Ahmad Munjid (UGM)
63. Dr. Herlambang Perdana Wiratraman (UGM)
64. Dr. Sri Wiyanti Eddyono (UGM)
65. Dr. Rikardo Simarmata (UGM)
66. Usman Hamid, SH, Mphil (STH Jentera)
67. Prof. Herlien Dwiarti Soemari (ITB)
68. Dr. Sangriyadi Setio (ITB)
69. Prof. D.S. Priyarsono (IPB)
70. Dr. Meilanie Buitenzorgy (IPB)
71. Prof. Imam Koeswahyono (UNIBRAW)
72. Dr. Fachrizal Affandi (UNIBRAW)
73. Dr. Muktiono (UNIBRAW)
74. Dr. A. Setio Wibowo (STF Driyarkara)
75. Dr. Haryatmoko (STF Driyarkara)
76. Dr. Simon Petrus Lili Tjahjadi (STF Driyarkara)
77. Dr.Yanuar Nugroho (STF Driyarkara)
78. Prof. Ramlan Surbakti (UNAIR)
79. Dr. Pinky Saptandari (UNAIR)
80. Prof. Susi Dwi Harijanti (UNPAD)
81. Dr. Rina Hermawati (UNPAD)
82. Dr. Selly Riawanti (UNPAD)
83. Prof. Dhaniswara K Harjono (UKI)
84. Prof. Mompang L. Panggabean (UKI)
85. Prof. Aarce Tehupeiory (UKI)
86. Prof. Aminuddin Salle (UNHAS)
87. Prof. Ahmad Humam Hamid (Univ Siah Kuala)
88. Dr. Saiful Mahdi (Univ Siah Kuala)
89. Dr. Saifuddin Bantasyam (Univ Siah Kuala)
90. Prof. Dominikus Rato (Univ Jember)
91. Dr. Tristam Pascal Moeliono (UNPAR)
92. Prof Laksanto Utomo (Univ Bhayangkara)
93. Prof. Cita Citrawinda (UNKRIS)
94. Prof. Anita Lie (Univ Petra)
95. Prof. Asvi Warman Adam (BRIN)
96. Dr. Ignatius Haryanto (Univ Multi Media Nusantara)
97. Dr. Irwan Julianto (Univ Multi Media Nusantara)
98. Dr. Hilmar Farid (Sejarawan)
99. Dr. A. Prasetyantoko (Unika Atmajaya- Jakarta)
100. Dr. Greg Sri Hurhartanto (Unika Atmajaya-Yogyakarta)
101. Dr. Benediktus Hestu Cipto Handoyo (Unika Atmajaya-Yogyakarta)
102. Dr. R. Maryatmo (Unika Atmajaya-Yogyakarta)
103. Dr. Alex A. Binawan (Institut Teknologi Keling Kumang Sekadau)
104. Dr.Titiek Kartika (Univ Bengkulu)
105. Dr. Djonet Santoso (Univ Bengkulu)
106. Vera W Setijawati Soemarwi, S.H.MA ( peneliti Leiden Law School)
107. Sandyawan Sumardi (peneliti Jaringan Relawan Kemanusiaan (FIE)
