JAKARTA,BERNAS.ID – Polemik Ijazah Presiden Ke-7 Indonesia Jokowi, masih menjadi misteri dikalangan masyarakat.
Politisi Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin menilai, polemik berlarut-laut karena belum dilakukan pembuktian secara gamblang. Tanpa adanya keterbukaan maka ruang spekulasi, tuduhan, bahkan disinformasi akan terus tumbuh.
“Sebuah persoalan yang sebenarnya bisa selesai secara elegan dan damai, justru terus bergulir karena belum ada langkah keterbukaan yang tuntas,” ujar Didi Irawadi dalam keterangan, Minggu (3/8/2025).
Baca Juga :Soal Ijazah, Jokowi Akan Buka Di Pengadilan
Menurut putra dari Amir Syamsuddin itu, untuk menuntaskan pandangan masyarakat yang terbelah, Jokowi perlu menunjukkannya secara terbuka kepada publik. Itu adalah langkah sederhana namun sangat bermakna.
“Tindakan ini tidak hanya menjawab keraguan masyarakat tetapi juga menjadi wujud penghormatan terhadap prinsip demokrasi dan transparansi pejabat publik,” tegasnya.
Justru yang berbahaya adalah sambung Didi, jika perdebatan ini dijawab dengan pembiaran, atau yang lebih buruk dengan kriminalisasi terhadap warga yang mempertanyakan. Padahal jika dokumen itu sah dan otentik, maka tidak perlu ada yang dikorbankan melalui proses hukum yang justru memperkeruh keadaan.
Baca Juga :Soal Ijazah Jokowi, KP3i Tantang Polda Metro Jaya Bertindak Tegas
“Tanggung jawab moral seorang pemimpin adalah menjernihkan, bukan membiarkan rakyat saling curiga. Indonesia membutuhkan pemersatu, bukan pembiaran atas perpecahan,” pungkas mantan anggota Komisi III DPR RI tersebut. (FIE)
