YOGYAKARTA, BERNAS.ID- Young Architect Exhibition 2025 memasuki pelaksanaan yang ketiga setelah terselenggara pertama kali di tahun 2017 dengan lokasi di Yats Colony dan yang kedua di tahun 2023 di JNM BLOC Yogyakarta. Perhelatan ini merupakan inisiasi dari Yogyakarta Young Architect Forum (YYAF) yang bertujuan memberikan wadah bagi ekspresi arsitek muda di Yogyakarta serta menjadi sarana edukasi kepada generasi selanjutnya serta masyarakat umum tentang karya arsitektural yang berkualitas.
Pelaksanaannya juga diperuntukkan sebagai apresiasi bagi perkembangan dan pertumbuhan arsitek muda anggota YYAF. Pelaksanaan YAX 2025 kali ini akan diselenggarakan pada tanggal 18-24 Agustus 2025 di Lippo Plaza Jogja dengan melibatkan lingkup yang lebih luas daripada arsitek muda dan anggota YYAF saja. Selain memamerkan karya arsitektur, pameran ini juga menghadirkan instalasi desain dan beragam kegiatan pendukung seperti studio visit serta diskusi/talk.
Baca Juga Pemkab Sleman Layangkan Somasi ke Produsen Anggur Merah Kaliurang
Beragam jenama dan asosiasi yang menjadi ekosistem bagi arsitek berkarya di Indonesia ikut terlibat dan berpartisipasi meramaiman perhelatan ini. Begitu juga dengan mahasiswa arsitektur baik secara organisasi maupun institusi akademi yang akan dilibatkan untuk meramaikan acara ini.
“YAX merupakan kegiatan untuk merangkul semangat berkarya dari teman-teman arsitek muda di Jogja dan menjadi wadah dan panggung bagi mereka untuk bisa dikenal lebih luas,” Jelas Judy Pranata, Principal JP Studio yang juga Inisiator dari YYAF.
Pelaksanaan YAX pada tahun ini mengangkat tema “KOLEKTIF” yang diangkat dari Daya Kolektif yang sangat merefleksikan dinamika berkarya di dunia kreatif pada masa kini. Yogyakarta yang dikenal sebagai kota dengan banyaknya festival dan perhelatan di ranah sosial dan budaya semakin menjadikan kota ini semakin membutuhkan ekspresi-ekspresi kreatif di ruang-ruangnya.
“Kesadaran ini yang juga mendorong YYAF untuk menyelenggarakan YAX dan menjadikannya media untuk berkomunikasi dengan khalayak umum dan sekaligus mengisi dinamika kreatif dan festival di Yogyakarta dengan memamerkan karya-karya arsitektur dan cakupannya,” imbuh Dzulfikar Ali Ahmad, Principal DZ Architect & Associates dan Inisiator dari YAX.
Sementara, kurator pameran Faiz Suprahman mengatakan “KOLEKTIF menjadi kata kerja aktif yang tidak hanya mengumpulkan dan menyatukan saja, tetapi secara aktif menjadi sebuah daya yang memiliki banyak wujud.
”Secara garis besar, YAX 2025 menghadirkan 2 instalasi utama karya seniman Wisnu Ajitama di area dropoff dan instalasi pembuka bertajuk Nara(si) Hubung karya Trio Tiga (Raid N Naufal, Awang Emanuel, dan Yusak Senja Utama). Kemudian dilanjutkan dengan instalasi kolaborasi antara arsitek dengan jenama yang menjadi mitra penyelenggaraan.
Karya arsitektural berwujud maket maket akan mengisi satu area khusus di lantai G, sementara naik satu lantai akan menemukan beberapa instalasi karya arsitek-arsitek yang telah berkiprah lebih dahulu sebagai wujud perenungan dan inspirasi. Karya-karya mahasiswa dari beberapa institusi akademi di Yogyakarta juga hadir menambah keragaman. Kemudian area mini talk secara langsung didesain oleh Naungan Architect di lantai 1 Lippo Plaza Jogja. (*)
