SIGI, Bernas.id– Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid memimpin panen raya padi di Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, Kamis (4/9/2025). Panen perdana ini menjadi momen bersejarah setelah sistem irigasi yang rusak akibat gempa dan likuefaksi 2018 kembali berfungsi.
“Kalau Dirjen sudah melihat langsung di Sigi, Insyaallah nama Sigi tidak akan hilang di Kementerian Pertanian. Tinggal bagaimana kita mengajukan proposal, mudah-mudahan semua diterima serta dikabulkan,” ujar Anwar dalam sambutannya.
Anwar Hafid menegaskan komitmennya untuk menjadikan Sigi sebagai daerah lumbung pangan baru di Sulawesi Tengah dan Nasional. Ia menyebut dukungan anggaran besar dari pemerintah pusat akan diarahkan untuk pencetakan sawah baru dan pengadaan alat mesin pertanian (alsintan).
Acara panen raya tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian RI Andi Nur Alamsyah, jajaran Forkopimda, kelompok tani, serta tokoh masyarakat.
“Insyaallah semua permintaan Bapak Bupati dan Bapak Gubernur akan kami penuhi. Alsintan yang diminta akan ditambah, dan laporan ini akan saya teruskan langsung ke Menteri Pertanian,” ungkap Andi Nur.
Ketua DPRD Sulteng melalui anggota dapil Sigi-Donggala, yang juga Ketua Badan Kehormatan DPRD Sulteng, Musliman, menyampaikan apresiasi atas kerja sama erat antara petani, penyuluh, dan pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi modal penting untuk mewujudkan Sigi sebagai pusat pangan di Sulteng.
Panen raya yang berlangsung meriah tersebut turut dihadiri Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi, Ketua TP-PKK Sulteng Sri Nirwanty Bahasoan, Ketua TP-PKK Sigi Siti Halwiah, Wakil Ketua TP-PKK Roro Istanti Pongi, Ketua Komisi III DPRD Sigi Herman Latabe, pihak Bank Indonesia Perwakilan Sulteng, Perum Bulog Sulteng, serta sejumlah pejabat Forkopimda.
Momentum ini diharapkan menjadi titik balik kebangkitan sektor pertanian Sigi setelah sempat terdampak bencana 2018 silam. Acara yang dihadiri oleh kelompok tani, gabungan kelompok tani (gapoktan), dan penyuluh pertanian ini menunjukkan semangat kolaborasi untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.
