JAKARTA, BERNAS.ID – Partai Demokrat merayakan ulang tahun ke-24 dengan mengusung tema “Mengawal Pembangunan untuk Indonesia Maju dan Sejahtera”. Perayaan ini selalu istimewa karena bertepatan dengan ulang tahun ke-76 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-6 Republik Indonesia yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.
Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono, menegaskan usia 24 tahun adalah momentum penting bagi partai yang didirikan SBY pada 2001 itu untuk meneguhkan peran politiknya.
“Demokrat hadir bukan hanya untuk eksis, tapi mengawal pembangunan agar rakyat dapat merasakan kesejahteraan yang nyata,” ujar Mujiyono dalam keterangan tertulis, Selasa, 9 September 2025.
Baca Juga : Fraksi Demokrat–Perindo Tekankan APBD 2026 Harus Pro-Rakyat
Menurutnya, Demokrat Jakarta akan terus konsisten memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada rakyat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja.
“Kami percaya politik harus melahirkan manfaat konkret, bukan sekadar retorika. Itulah yang terus kami kawal di DPRD DKI maupun di lapangan,” katanya.
Mujiyono juga menyinggung sosok SBY yang merayakan ulang tahun ke-75 tahun ini. Ia menyebut, SBY adalah teladan pemimpin yang menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya.
“Pak SBY adalah bapak bangsa. Dalam kepemimpinannya, kita melihat bagaimana demokrasi dijaga, ekonomi tumbuh stabil, dan persatuan bangsa tetap terpelihara,” tuturnya.
Mujiyono mengingat kembali bagaimana SBY memimpin negeri ini di masa yang tidak sederhana. Krisis ekonomi global, konflik di banyak daerah, bencana tsunami, hingga ancaman terorisme, datang silih berganti.
Baca Juga : ASN DKI Wajib Naik Transportasi Umum Tiap Rabu, MJN: Awasi Secara Digital dan Terbuka
“Pak SBY menghadapi itu dengan gaya kepemimpinan yang khas. Sebagian menyebutnya lamban, sebagian menilainya hati-hati. Namun beliau percaya bahwa kekuasaan bukanlah pentas untuk akrobat, melainkan ruang untuk menimbang dan mendengar,” katanya.
Di tengah maraknya gaya kepemimpinan yang serba instan dan berhasrat viral, Mujiyono menilai gaya menimbang dan mendengar ala SBY justru terasa berharga.
“Pak SBY bukan hanya sabar, tetapi juga reflektif. Hampir setiap persoalan besar diuraikan dengan argumen konseptual. Itu yang membuat beliau langka dan berkelas,” ujar Mujiyono.
Perayaan ulang tahun Demokrat di Jakarta digelar sederhana dengan tasyakuran dan doa bersama. Para kader, simpatisan, dan masyarakat hadir untuk mendoakan kebaikan bagi partai, bangsa, dan khususnya untuk kesehatan SBY.
“Kami berdoa agar Pak SBY senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, dan tetap menjadi panutan bagi bangsa Indonesia,” ucap Mujiyono.
Ia menambahkan, perjalanan Demokrat ke depan tidak lepas dari tantangan besar, baik di kancah politik nasional maupun dinamika pembangunan. Namun, ia optimistis partai ini akan tetap solid.
“Usia 24 adalah usia kedewasaan. Kami harus semakin matang, solid, dan siap mengawal agenda pembangunan nasional,” katanya.
Bagi Mujiyono, Demokrat bukan sekadar partai politik, melainkan rumah besar untuk memperjuangkan aspirasi rakyat.
“Kami ingin Demokrat Jakarta selalu berada di garda depan membela kepentingan warga, dari persoalan keseharian hingga isu-isu kebangsaan yang lebih luas,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Mujiyono menyampaikan doa dan harapan. “Semoga Partai Demokrat terus diberkahi kekuatan untuk berjuang bersama rakyat. Dan semoga bangsa Indonesia senantiasa maju, adil, dan sejahtera. Untuk Pak SBY, doa terbaik kami selalu menyertai. Beliau adalah inspirasi, bapak bangsa, dan teladan bagi generasi penerus,” tandasnya. (DID)
