SLEMAN, BERNAS.ID- Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) dan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan kunjungan ke Kabupaten Sleman di SMK Muhammadiyah 1 Sleman, Minggu (14/9). Kunjungan bersama ini mengangkat tema “Kolaborasi Efektif Menguatkan Sinergi Cabang dan Ranting Semakin Berarti”.
Tema ini diusung lantaran Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah (PM-NA) ingin agar program-program kerja ke depan dapat terkonsolidasikan dengan baik.
Baca Juga Pemkab Sleman Layangkan Somasi ke Produsen Anggur Merah Kaliurang
Ketua PWPM DIY, Arif Darmawan mengucapkan selamat dan sukses atas 100 persen tercapainya pembentukan cabang PM-NA di Kabupaten Sleman, bahkan menjadi kabupaten pertama berhasil mencapainya di Indonesia.
“Harapan kami dengan kunsiroh bersama ini ke depan derap langkah angkatan kader persyarikatan, khususnya Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah bisa terkonsolidasikan dengan baik dalam melaksanakan program-program kerja untuk melangsungkan pergerakan Muhammadiyah di Kabupaten Sleman,” tutur Arif di sela-sela acara.
Sementara itu, Ketua PWNA DIY, Syahdara Anisa menilai untuk memajukan organisasi kepemudaan seperti Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah diperlukan harmoni dan sinergi dalam menjalankan program-program kerjanya serta kekompakan di segala lini. Selain itu mampu menciptakan semangat juang para wanita yang harus mengurus keluarga, tetapi tetap bisa bersinergi secara berimbang.
“Mudah-mudahan kita bisa harmoni dan bersinergi untuk memajukan organisasi kepemudaan, yaitu Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah dengan program-program yang akan kita jalankan,” ujar Syahdara Anisa.
Dikatakannya, kolaborasi menjadi penting agar kegiatan yang dicanangkan nantinya dapat berjalan dengan baik dan lancer antara PM dan NA disegala jenjang di Kabupaten Sleman.
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Iwan Setiawan dalam sambutannya berharap dengan bersilahturahmi bersama, Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah dapat bergandeng tangan dengan Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam rangka membesarkan persyarikatan, khususnya agama, bangsa dan negara. Kader-kader ke depan harus mampu menciptakan kebersamaan dalam pembangunan di segala lini. “Harus Sembodo seperti tagline Kabupaten Sleman,” katanya.
Ayahanda Arief Sulistyo, yang mewakili PDM Sleman mengatakan jenjang pengkaderan yang saat ini terjadi sudah bagus, tapi perlu ditingkatkan. “Saya berharap anak dari para pimpinan atau kader saat ini bisa aktif di dalam persyarikatan karena penerus ke depan adalah dari mereka. Jadikan contoh dimulai dari kelurga,” ujarnya.
Silaturahmi ini dihadiri seluruh Pimpinan Pemuda Muhammadiyan dan Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sleman serta Para Ketua Cabang PM dan NA se-Kabupaten Sleman. Dalam kegiatan ini juga dilakukan deklarasi dan pernyataan sikap bersama tentang Anti Miras, Anti Narkoba serta Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, terutama dilakukan dalam menjalankan tugas.
Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiyatul Aisyiyah Kabupaten Sleman akan bersinergi dan bekerjasama dengan aparat penegak hukum dan Pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi masyarakat. Instruksi melalui struktur organisasi yang sistematis dan terstruktur untuk menjalankan tugasnya dalam penanganan miras, narkoba serta pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta kegiatan lainnya sehingga tercipta masyarakat yang baldatun thoyyibun wa robbun ghofur. (*)
