JEMBER, BERNAS.ID – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyebut wilayah Tapal Kuda sedang berjalan maju saat upacara pengukuhan Kepala KPwBI Jember. Meski kemiskinan tinggi namun mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
Bupati Fawait bersama kepala daerah se-Tapal Kuda di wilayah kerja Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Jember dan Bupati Lumajang diundang untuk menyaksikan peralihan dari Gunawan kepada Iqbal Reza Nugraha di gedung Serbaguna BI setempat.
Baca Juga: Realisasi Belanja Pemerintah Pusat di Jember dan Lumajang per 31 Agustus 2025 Lebih dari 50 Persen
Selain Gus Fawait turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Jember, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, dan Bupati Lumajang Indah Amperawati.
Gus Fawait mengatakan wilayah Tapal Kuda mempunyai ciri khas tersendiri. “Di Jawa Timur ini daerah yang masih banyak kemiskinannya adalah Tapal Kuda. Jawa Timur memang secara pertumbuhan (ekonomi) selalu melebih nasional tapi soal kemiskinan kami masih lebih dari nasional, termasuk Jember. Secara obsolut kami termasuk kemiskinan kedua se-Jawa Timur. Bahkan kemiskinan ektrem terbanyak se-Jawa Timur,” ucap Gus Fawait, Senin, (5/1/2026).
Tetapi jika benar-benar diperhatikan saat ini kepala daerahnya sedang menggeliat untuk memajukan daerahnya.

“Kami bangga seluruh Bupati Tapal Kuda sedang berikhtiar untuk membuat daerahnya masing-masing melompat lebih jauh,” kata Gus Fawait.
Ia menyebut satu per satu. Bupati Situbondo dengan inovatifnya yang luar biasa. Bupati Bondowoso yang pergerakannya sangat masif. Bupati Lumajang diam-diam menghanyutkan dan hasilnya luar biasa. Bupati Banyuwangi diketahui mempunyai terobosan luar biasa.
“Kami di Jember pak (Gubernur BI), kami sedang berikhtiar bagaimana kebijakan ini kami bagi tiga yaitu jangka pendek, jangan menengah dan panjang,” ucap Gus Fawait yang ditujukan ke Perry Warjiyo.
Ia menjelaskan kebijakan jangka menengah Pemkab Jember seperti menghidupkan kembali Bandara Noto Hadinegoro. Sekarang Jember terhubung dengan pusat ekonomi nasional yaitu Jakarta dan Bali.
“Insyaallah, saya dapat bisikan dari dua anggota DPR RI (Charles Meikyansyah dari Partai Nasdem dan Amin dari PKS), tahun 2027 bandara Jember akan dilakukan pelebaran dan perpanjangan sehingga nanti bisa masuk pesawat besar,” ungkap Bupati Jember termuda dalam sejarah.
Tidak salah jika Gus Fawait mengatakan Tapal Kuda sedang menggeliat. Dalam waktu dekat akan ada 3 bandara, 2 diantaranya sudah beroperasi dan ditambah Bandara di Kabupaten Situbondo.
Bahkan Gus Fawait optimis Tapal Kuda akan menjadi kebanggaan Jawa Timur dalam hal pengentasan kemiskinannya. “Tentunya perlu adanya pengawalan dan masukan dari Bank Indonesia sebagai penguasa sektor moneter,” tandas Gus Fawait.
Baca Juga : Gubernur Pramono Dorong Peran Bank DKI Implementasikan QRIS Tap NFC Bank Indonesia
Sedangkan Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Charles Meikyansyah, dan Amin dan kepala seluruh Kepala Daerah se-Tapal Kuda dan Lumajang di bawah wilayah kerja KPwBI Jember.
Perry Warjiyo Menyebutkan 5 peran pokok BI Jember di wilayah Tapal Kuda.
1.Jaga stabilitas harga barang (stabilitas moneter)
2.Memajukan pertumbuhan ekonomi meliputi sektor pertanian, manufaktur UMKM
3.Percepatan digitalisasi (memperluas QRIS). Tahun 2026 akan ada 800 tim startup yang akan dididik selama 2 bulan) khususnya anak muda
4.Penyediaan Uang Laak Edar (ULE),
5.Mengembangkan ekonomi keuangan daerah
Perry menegaskan bahwa KPwBI Jember adalah mitra Pemerintah Daerah se-Tapal Kuda. Ia berfoto dengan Kepala KPwBI Jember untuk berkolaborasi dengan para bupati itu.
Ia menutupnya dengan pantun, “Makan lemper dengan papeda, BI Jember sah abat Pemda”. ( sgt)
