JAKARTA, BERNAS.ID – Komisi B DPRD DKI Jakarta akan melakukan pengawasan terhadap harga dan ketersediaan bahan pangan di pasar tradisional menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas harga serta kesiapan pasokan menghadapi meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Pandapotan Sinaga, mengatakan pengawasan akan dilakukan melalui inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar setelah seluruh komisi menyelesaikan rapat internal dan menentukan fokus masing-masing.
Baca Juga : Komisi B DPRD DKI Pastikan Stok Pangan Aman hingga Lebaran
“Setiap menjelang Lebaran pasti kita lakukan sidak pangan. Nanti diatur setelah rapat komisi, karena masing-masing komisi punya fokus pengawasan yang berbeda,” kata Pandapotan di Gedung DPRD DKI, Senin (2/1/2026).
Ia menjelaskan, Komisi B akan memprioritaskan pasar-pasar tradisional sebagai titik pengawasan utama. Beberapa pasar yang menjadi perhatian antara lain Pasar Senen dan pasar-pasar yang dikelola Pasar Jaya.
“Fokus kita ke pasar-pasar. Kita ingin melihat kesiapan pasar, terutama setelah proses-proses sebelumnya, dalam menghadapi Ramadan dan Lebaran,” ujar politisi PDI-P itu.
Baca Juga : Bulog Di Bawah Presiden, Jaga Kemandirian Pangan Nasional
Terkait potensi kenaikan harga bahan pokok, Pandapotan menyebut hal tersebut kerap terjadi menjelang Ramadan akibat meningkatnya permintaan masyarakat. Selain itu, faktor cuaca ekstrem juga dinilai berpengaruh terhadap produksi dan distribusi pangan.
“Hukum permintaan dan penawaran pasti berlaku. Ketika kebutuhan meningkat sementara pasokan terbatas, harga bisa naik. Faktor cuaca juga bisa memengaruhi hasil panen,” jelasnya.
Pandapotan menambahkan, hingga saat ini Komisi B DPRD DKI belum menggelar rapat kerja dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor pangan untuk membahas kesiapan pasokan. Rapat kerja tersebut direncanakan akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Puasa masih sekitar setengah bulan lagi. Kita masih punya waktu untuk menyusun langkah-langkah antisipasi agar harga dan pasokan tetap terjaga,” pungkasnya. (DID)
